Perseroda Sulsel Siap Kelola Pabrik Benih Jagung, Sudirman : Jangan Rp 34 M Mangkrak

Direktur Utama Perseroda Sulsel atau PT SCI Yasir Mahmud mengaku siap mengelola pabrik

Muhammad Yunus
Kamis, 02 September 2021 | 14:31 WIB
Perseroda Sulsel Siap Kelola Pabrik Benih Jagung, Sudirman : Jangan Rp 34 M Mangkrak
Pabrik benih jagung dengan investasi Rp 34 Miliar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id / Instagram Andi Sudirman Sulaiman]

SuaraSulsel.id -
Direktur Utama Perseroda Sulsel atau PT SCI Yasir Mahmud mengaku siap mengelola pabrik benih jagung di daerah Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pabrik pengolahan benih jagung mulai memproses tongkol benih jagung melalui mesin dryer, pipil, blower, mesin sortir, sampai perawatan benih (seed treatment).

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta Dinas Pertanian dan Perseroda untuk segera memaksimalkan produksi. Jangan sampai investasi Rp 34 Miliar mangkrak.

Dalam pengembangannya, Sudirman memberi kepercayaan kepada PT. SCI untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Pertanian. Untuk memaksimalkan produksi dan pembinaan, pendampingan dan kerjasama dengan petani jagung.

Baca Juga:Polisi Sebut Potensi Penyimpangan Bansos Covid-19 di Sulsel Ditaksir Capai Rp 100 Miliar

"Perhatikan mereka dari hulu ke hilir," ungkap Sudirman, saat kunjungan, Rabu 1 September 2021.

Menurut Yasir mahmud, pabrik benih jagung Sulsel ini membutuhkan pengelolaan secara professional. Agar menjadi sumber pendapatan daerah potensial bagi daerah. Terutama dengan sarana dan prasarana yang dimiliki.

"Insyaallah saya bersama potensi Perseroda Sulsel akan memaksimalkan amanah Pak Gubernur," kata Yasir Mahmud.

Pabrik benih jagung dengan investasi Rp 34 Miliar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id / Instagram Andi Sudirman Sulaiman]
Pabrik benih jagung dengan investasi Rp 34 Miliar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id / Instagram Andi Sudirman Sulaiman]

Pabrik benih jagung ini akan membuka peluang penerimaan tenaga kerja baru. Serta peluang pencapaian pertumbuhan ekonomi Sulsel secara makro.

"Saat ini kita sudah melakukan pendampingan ke petani seluas 100 hektare dan kedepan akan kita maksimalkan kebutuhan produksi pabrik hingga mencapai kapasitas yang dibutuhkan nanti," katanya.

Baca Juga:UNM dan Muhammad Jufri Belum Tanggapi Surat Pemprov Sulsel Soal Status Kepegawaian Ganda

Untuk bisa mengoperasionalkan mesin benih jagung secara optimal, dibutuhkan tongkol benih jagung dari penangkaran benih jagung seluas 600 Hektare. Mesin Integrated Silo ini butuh 250 ton / unit atau 750 ton per minggu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini