Ini Penyebab Ricuh Jamaah Salat Ied di Lapangan Karebosi Makassar

Viral sikap tak terpuji jemaah dan panitia salat Ied di di Kota Makassar

Muhammad Yunus
Selasa, 01 April 2025 | 07:40 WIB
Ini Penyebab Ricuh Jamaah Salat Ied di Lapangan Karebosi Makassar
Tangkapan layar kericuhan sebelum salat Ied di Lapangan Karebosi Makassar, Senin 31 Maret 2025 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Hari Raya Idulfitri yang seharusnya menjadi momen suci untuk saling memaafkan justru dinodai dengan sikap tak terpuji oleh jemaah dan panitia salat Ied di di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka terlibat perselisihan di hari yang fitri sesaat sebelum pelaksanaan salat Ied 1446 Hijriah. Videonya pun viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 31 Maret 2025 di Lapangan Karebosi, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang pria yang memakai baju koko putih hampir dikeroyok oleh beberapa jemaah.

Baca Juga:Mencetak Tahfidz di Balik Jeruji: Program Hafalan Al-Qur'an untuk Warga Binaan Rutan Makassar

Dari informasi yang dihimpun, pria tersebut adalah panitia salat Ied.

Peristiwa berawal saat beberapa jemaah ditegur oleh panitia tersebut karena duduk menghalangi jalan.

Para jemaah tersebut kemudian diminta pindah ke shaf belakang.

Namun karena panitia tersebut tidak diindahkan, akhirnya terjadi perdebatan dengan salah seorang jemaah sampai bikin gaduh.

Untungnya, kejadian tersebut berhasil dilerai oleh protokoler Wali Kota sehingga tidak terjadi aksi penganiayaan.

Baca Juga:Kota MICE Makassar Terancam Mati Suri: Hotel Terpaksa PHK Imbas Pemangkasan Anggaran Pemerintah

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar, Fathur Rakman yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengaku video itu diambil sesaat sebelum salat Ied dimulai.

Menurut Fatur, peristiwa bermula saat panitia salat Ied menegur jemaah. Namun, karena ada kesalahpahaman, mereka saling emosi.

"Sebenarnya masalah sepeleh, tapi saling emosi. Ya, ada kesalahpahaman karena tempat," ujarnya, Senin, 31 Maret 2025.

Imam Asal Yaman

Kendati demikian, kata Fatur, salat Ied di Lapangan Karebosi yang dipimpin imam asal Yaman, Syekh Abdul Azis Alareqi tetap berjalan dengan lancar dan baik.

Jemaah dan panitia yang berselisih juga langsung didamaikan di tempat.

"Mereka sudah saling meminta maaf dan berdamai. Ini momentum hari raya harus saling mem

Kepala Satpol PP Makassar Fathur Rakhman mendamaikan jamaah salat Ied yang sempat terlibat kericuhan di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat 31 Maret 2025 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Kepala Satpol PP Makassar Fathur Rakhman mendamaikan jamaah salat Ied yang sempat terlibat kericuhan di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat 31 Maret 2025 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

beri maaf," ucapnya.

Lapangan Karebosi jadi lokasi pelaksanaan salat Ied Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa.

Meski sempat hujan, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme jemaah untuk hadir dan melaksanakan ibadah di lokasi ikonik tersebut.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi dipimpin oleh imam asal Yaman, Syekh Abdul Aziz Alareqi, dengan Khotbah Idulfitri disampaikan oleh Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin H. Abd. Safa.

Salat dimulai tepat pukul 06.50 Wita diikuti oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kota Makassar.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam momen sakral ini. Diantaranya Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPRD Kota Makassar Supratman, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, dan Anggota DPR RI Rudianto Lallo.

Hadir pula Wali Kota Makassar periode 2014-2025 Mohammad Ramdhan Pomanto bersama keluarga menjadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Hujan Sebelum Salat

Wali kota Makassar, Munafri mengungkapkan rasa syukur bisa beribadah bersama masyarakat di tempat ini.

Walaupun sedikit hujan, tapi tidak menyurutkan niat masyarakat untuk hadir bersama-sama. 

"Ini tempat yang sangat legend. Pertemuan orang Makassar ada di tempat ini setiap Idulfitri sehingga kita mau mencoba untuk membangkitkan kembali," jelasnya.

Munafri juga menekankan pentingnya semangat Idulfitri dalam mempererat persatuan. Menurutnya, ini adalah momentum kebersamaan setelah ramadan. 

"Idulfitri adalah sebuah kegembiraan setelah kita menjalankan ibadah Ramadan. Yang paling penting adalah konsolidasi kita semua warga Makassar untuk tidak ada lagi pengkotak-kotakan di dalamnya untuk membangun kota Makassar ini," tegasnya.

Idulfitri bukan hanya ajang perayaan tapi juga jadi momentum mempererat silaturahmi, tali persaudaraan dan saling memaafkan.

Dengan saling memaafkan, berbagai perbedaan dan konflik yang mungkin timbul dalam interaksi sehari-hari dapat diredakan.

Sehingga menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi kehidupan kita.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini