- DPPPA Kota Makassar mencatat 1.222 kasus kekerasan perempuan dan anak di tahun 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
- Sebanyak 762 kasus menimpa kelompok anak-anak, dengan kekerasan seksual menjadi jenis laporan yang paling banyak ditangani sepanjang tahun.
- Pelaku kekerasan mayoritas berasal dari lingkaran terdekat korban, seperti pacar, orang tua, dan suami/istri, di mana Shelter Warga memfasilitasi pelaporan awal.
SuaraSulsel.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar merilis catatan kelam sepanjang tahun 2025.
Sebanyak 1.222 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan terjadi di Kota Daeng, sebuah angka yang meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski angka ini terlihat mengkhawatirkan, Kepala DPPPA Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, menyebut lonjakan ini sebagai bukti.
Bahwa masyarakat kini lebih berani melapor dan akses layanan perlindungan semakin terbuka lebar.
Baca Juga:Tawuran Dua Kelompok di Makassar Berakhir Damai di Masjid
1. Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Dari total ribuan kasus tersebut, anak-anak mendominasi sebagai korban.
Tercatat ada 762 kasus (62%) yang menimpa anak-anak, sementara 460 kasus (38%) dialami oleh perempuan dewasa.
“Angka ini naik signifikan dibanding 2024 yang hanya 520 kasus. Hal ini karena sumber data kita sekarang lebih luas, tidak lagi hanya bertumpu pada satu unit layanan,” jelas drg. Ita di Balai Kota Makassar, Senin (5/1/2026).
2. Kekerasan Seksual dan Fisik Masih Menghantui
Baca Juga:Dosen Ludahi Kasir Turun Pangkat dan Terancam Pidana 4 Bulan
Berdasarkan jenisnya, kekerasan seksual menjadi kasus yang paling banyak ditangani dengan 260 laporan.
Mengekor di belakangnya adalah kekerasan fisik (230 kasus), kekerasan psikis (75 kasus), hingga penelantaran (41 kasus).
Bahkan, tercatat ada 2 kasus trafficking (perdagangan orang) dan 5 kasus penculikan yang berhasil diidentifikasi selama setahun terakhir.
3. Pelaku Justru 'Orang Dekat'
Fakta miris terungkap dari hubungan antara korban dan pelaku. Alih-alih orang asing, pelaku kekerasan justru banyak berasal dari lingkaran terdekat.
-Pacar/Mantan Pacar: 91 kasus