Paus Fransiskus Sebut Konflik Rusia dan Ukraina Adalah Perang Dunia

Fransiskus bertemu dengan sejumlah pastor Yesuit. Selama kunjungannya ke Kazakhstan.

Muhammad Yunus
Kamis, 29 September 2022 | 16:20 WIB
Paus Fransiskus Sebut Konflik Rusia dan Ukraina Adalah Perang Dunia
Paus Fransiskus berbicara selama doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 1 Mei 2022. [Dok.Antara/Reuters]

SuaraSulsel.id - Paus Fransiskus dalam perjalanannya baru-baru ini ke Kazakhstan mengatakan, bahwa adalah kesalahan untuk menyebut konflik di Ukraina sebagai perang Rusia-Ukraina, sebab kenyataannya, itu adalah perang dunia, kata Vatikan pada Rabu (28/9).

Menurut media berita yang dekat dengan Vatikan, Fransiskus bertemu dengan sejumlah pastor Yesuit. Selama kunjungannya ke Kazakhstan pada pertengahan September.

Dikatakan bahwa selama kunjungan, pemimpin Katolik sedunia itu dan Presiden Vatikan membuat pernyataan ke publikasi Yesuit La Civilta Cattolica.

Fransiskus juga berbicara tentang perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Baca Juga:Peringatan Keamanan, Pemeritah AS Desak Warganya Tinggalkan Rusia

"Ada perang yang sedang berlangsung. Saya rasa, salah jika beranggapan bahwa itu adalah sebuah film koboi di mana ada orang baik dan ada orang jahat. Keliru juga untuk menganggap ini perang antara Rusia dan Ukraina. Bukan. Ini adalah perang dunia."

Fransiskus juga mengatakan bahwa kunjungan ke Ukraina, yang sebelumnya dikatakan masih tentatif, tidak masuk dalam agenda pada tahap ini.

Paus Fransiskus juga menuturkan selagi dirinya berada di Kazakhstan, beberapa tamu warga Ukraina mendatangi dirinya.

Salah satunya adalah pejabat militer yang bertanggung jawab atas pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina yang diumumkan Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Pejabat itu lantas bertanya apakah ada hal yang dapat dilakukan, seraya memberikan daftar nama 300 tahanan.

Baca Juga:Eks Gelandang Everton, Diniyar Bilyaletdinov Ikut Perang di Ukraina, Jadi Tentara Rusia

Sesudahnya, Fransiskus mengatakan bahwa dirinya sendiri yang akan menanyakan itu langsung ke Duta Besar Rusia. (Antara)

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak