Namun dari sisi medis, hal ini tak bisa jadi patokan. Pada awal kehamilan, denyut jantung per menit ada di kisaran 140-160 kali per menit. Sementara ketika menjelang persalinan, denyutnya berada pada kisaran 120-140 kali per menit.
3. Bentuk Perut Bulat Sempurna
Bentuk perut ikut disebut-sebut dalam mitos untuk memprediksi jenis kelamin janin bayi. Disebut jika perut ibu hamil berbentuk bulat sempurna, maka janin bayi berjenis kelamin laki-laki.
Namun dari sisi medis, hal itu tak bisa dibuktikan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi bentuk perut ibu hamil. Mulai dari postur tubuh, usia kehamilan hingga pertumbuhan berat badan selama hamil.
Baca Juga:Pemuda Ini Dibekuk Polisi Gegara Hamili 3 Wanita dalam Setahun
4. Bulu Kaki Tumbuh Cepat
Mitos menyebut bila bulu kaki ibu hamil tumbuh dengan cepat, maka janin bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Sementara jika lamban, jenis kelaminnya perempuan.
Mitos ini secara medis tak bisa jadi patokan. Pada faktanya, pertumbuhan kaku dan bulu kaki ibu hamil memang lebih cepat, karena perubahan hormon dalam tubuh. Hormon tersebut tak ada hubungannya dengan jenis kelamin janin bayi yang dikandung.
5. Jarang Muntah-Muntah
Mitos tentang jenis kelamin janin bayi juga melihat seberapa sering ibu hamil muntah-muntah. Bila jarang atau tidak muntah selama masa hamil trimester pertama, disebut janin bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki.
Baca Juga:Sule Ungkap Anaknya dari Nathalie Holscher Berparas Bule
Mitos ini paling mendekati benar secara medis, dibanding yang lainnya. Ketika mengandung janin berjenis kelamin perempuan, hormon hCG memicu ibu hamil untuk sering mual, kemudian muntah-muntah. Namun, dalam banyak kasus, ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki juga ada yang muntah-muntah.