Penelitian: Anak Muda Makassar Suka Buang Makanan Karena Takut Dicap Balala

Penelitian bertujuan untuk menggambarkan perilaku masyarakat

Muhammad Yunus
Kamis, 07 Oktober 2021 | 08:30 WIB
Penelitian: Anak Muda Makassar Suka Buang Makanan Karena Takut Dicap Balala
Ilustrasi, jenis makanan yang diklaim ampuh atasi kelelahan sisa COVID-19. (Unsplash)

Misalnya dengan berfokus pada penanaman nilai-nilai budaya dari keluarga atau lingkungan sekitar. Daripada hanya sekadar menyebarkan pengetahuan berupa informasi terkait makanan terbuang saja.

Contoh sederhana dari penelitian, ungkap Lidya, ketika seseorang makan, maka hal yang cukup menentukan apakah ia akan menghabiskan atau tidak menghabiskan makanannya itu karena pertimbangan bagaimana seseorang ini berpikir tentang pandangan orang-orang di sekitarnya.

Entah itu keluarga atau teman dekat. Kalau nanti ia tidak habiskan makanannya kemudian jadi buang-buang makanan. Misalnya dia kemudian merasa bersalah karena keluarga misalnya menilai bahwa membuang makanan adalah sesuatu mubazir. Maka ia akan merasa bersalah dan cenderung menghindari untuk menyisakan makanannya.

Sebaliknya, ketika ia berpikiran bahwa orang-orang di sekitarnya akan menganggapnya rakus atau "balala" ketika ia menghabiskan makanan, ia mungkin cenderung akan menyisakan makanannya.

Baca Juga:Pemerintah Kota Makassar Kirim Tim Bantu Penanganan Bencana di Kabupaten Luwu

"Jadi, sebenarnya nilai-nilai dan ajaran-ajaran yang diajarkan di keluarga dan sekitar kita, misalnya menghargai makanan ternyata cukup menjadi hal yang dapat membantu kita untuk menghindari perilaku membuang makanan ini," kata Lidya.

Dari lima faktor psikologis yang diteliti, semua terkonfirmasi menjadi faktor psikologis yang menentukan perilaku membuang makanan pada generasi Z di Kota Makassar.
"Namun, setelah diurutkan kelima faktor ini yang paling menentukan adalah norma subjektif,"

Lebih lanjut, Lidya menambahkan bahwa karya ilmiah ini berupaya untuk mengangkat topik yang masih cukup jarang dibicarakan dalam ranah ilmiah. Khususnya di Indonesia. Namun sangat dekat dengan keseharian kita.

Karya ilmiah ini sebagai pembuka jalan dan mengenalkan isu makanan terbuang kepada masyarakat agar lebih menyadari persoalan makanan tersebut.

Lidya menambahkan, alasan dirinya termotivasi untuk mengikuti Temu Ilmiah Nasional IPS X 2021 ini karena adanya dorongan dari para dosen. Selain itu juga adanya dorongan dalam diri untuk mencoba pengalaman mengikuti forum nasional dan belajar di forum penelitian yang berhubungan dengan keilmuan psikologi dan persoalan lingkungan.

Baca Juga:Studi: Aktivitas Fisik Sedang Hingga Berat 3 Kali Lebih Bermanfaat daripada Jalan Santai

“Penelitian ini merupakan karya tugas akhir skripsi sarjana saya, dengan dibimbing oleh Bapak Ichlas Nanang Afandi dan Ibu Triani Arfah dan merupakan hasil diskusi bersama. Nah, untuk persiapan ke forum Temilnas ini, saya kemudian bersama Ibu Triani Arfah berada dalam satu tim," kata Lidya.

Dalam prosesnya lebih banyak dalam penyusunan penelitian sendiri, mulai dari proposal, kemudian pengambilan data kepada 1000 subjek dengan metode kuantitatif, hingga pada proses menganalisis hasil dan pembuatan laporan akhir.

Lidya Fitri Ramadhani mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin berhasil meraih prestasi membanggakan.

Lidya Fitri Ramadhani, mahasiswa angkatan 2016 meraih Best Paper dalam Temu Ilmiah Nasional Ikatan Psikologi Sosial X 2021.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI dan Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, yang mengusung tema “Kontribusi Psikologi Sosial dalam Masalah Lingkungan: Proteksi, Konservasi dan Kualitas Interaksi Sosial”.

Lidya berharap Karya ilmiah ini dapat diterbitkam menjadi artikel di jurnal, sehingga akan lebih banyak yang dapat mengakses. Apalagi di Makassar dan di Indonesia pada umumnya, sisa makanan adalah komposisi sampah yang paling banyak mendominasi dan masuk ke TPA yang tentu akan membawa persoalan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini