Sebelum-sebelumnya, calon kepala daerah atau wakil rakyat yang hendak mencalonkan diri selalu menjanjikan listrik dan perbaikan infrastruktur. Sayang, hanya sekadar janji.
Risanawati dan Azman berharap, di momen hari kemerdekaan ini, kampung kelahirannya bisa mendapat perhatian pemerintah. Apalagi, ada wacana listrik murah untuk warga kepulauan oleh Pemprov Sulsel.
![Anak-anak di Kampung Jammeng, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan masih mengandalkan lilin dan lampu teplok sebagai sumber penerangan. Daerah ini hanya dialiri listrik 4 jam dalam sehari. [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/22/18183-listrik.jpg)
Janjikan Listrik Murah
Perseroda Sulsel dan PT Falcon Soenich Energi sudah bekerjasama untuk menyediakan listrik murah untuk
warga di Kepulauan Selayar. Pengerjaannya akan dimulai bulan Oktober.
Baca Juga:Indonesia Perlu Benahi Pengadaan PLTS Skala Besar Agar Peroleh Harga Listrik Kompetitif
Perseroda dan PT Falcon akan menghadirikan listrik dengan skema Solar Cell. Pembangkit listriknya akan dipasang di atap rumah warga.
Direktur Perseroda Sulsel Yasir Mahmud mengatakan hanya 57 persen masyarakat di kepulauan Selayar yang bisa menikmati listrik dari PLN. 42 persen warga belum pernah merasakan listrik sama sekali selama Indonesia merdeka.
"Ini pertama kalinya mereka akan menikmati listrik selama Indonesia merdeka, sejak 76 tahun yang lalu," kata Yasir, baru-baru ini.
Ia mengatakan pihaknya mendata ada 14.600 kepala keluarga yang rumahnya belum dialiri listrik selama 76 tahun. Listrik yang tersedia juga akan lebih murah dari PLN.
"Kita lebih murah 15 sampai 20 persen. Untuk harga dan tarif yang akan ditawarkan lebih murah Rp 500-600/kwh," jelasnya.
Baca Juga:Pengguna Listrik dengan Watt Besar Terima Bansos, Mensos: Ada yang Begitu
Kerjasama ini juga diklaim tidak akan memberatkan masyarakat. Untuk biaya pemasangannya gratis. Berbeda dengan PLN yang harus dibayar sebelum dipasang.