Ini 7 Daerah di Sulsel Terancam Bencana Hidrometeorologi

Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi hujan lebat yang diperkirakan berlangsung selama Dasarian I Januari 2026

Muhammad Yunus
Senin, 05 Januari 2026 | 12:32 WIB
Ini 7 Daerah di Sulsel Terancam Bencana Hidrometeorologi
Ilustrasi: Banjir Sumatra (Instagram/suaradotcom)
Baca 10 detik
  • BMKG menetapkan status awas curah hujan tinggi di tujuh daerah Sulsel karena potensi banjir dan tanah longsor Januari 2026.
  • BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi (hingga 4,0 meter) di perairan Indonesia akibat Siklon Tropis TC Iggy.
  • BPBD Sulsel meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut.

BMKG menilai wilayah-wilayah tersebut memiliki risiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.

Perahu nelayan berpotensi terdampak ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter

Kondisi gelombang tinggi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis TC Iggy yang terpantau di Samudra Hindia selatan wilayah DIY-Jawa Tengah. Sistem ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan 6-35 knot, sementara di Indonesia bagian selatan angin dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8-35 knot.

Baca Juga:Tinggi Gelombang Sulawesi Utara Capai 2,5 Meter, Ini Daftar Wilayah yang Harus Siaga

BMKG menegaskan, peringatan dini yang dikeluarkan bersifat dinamis dan dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer.

Informasi cuaca dan maritim terbaru dapat diakses melalui situs maritim.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta layanan Call Center 196

Menanggapi peringatan BMKG tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo meminta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat tidak menganggap remeh status awas yang telah ditetapkan.

"Status awas ini artinya potensi bencana cukup tinggi. Kami minta pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan, mulai dari pengecekan daerah rawan banjir, kesiapan personel, hingga peralatan evakuasi," ujar Amson.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, daerah rendah, serta kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

Baca Juga:Gempa Guncang Muna dan Mubar! BMKG Ungkap Penyebab dari Sesar Aktif Ini

"Kami mengimbau warga agar selalu memantau informasi cuaca resmi dan tidak memaksakan aktivitas di area berisiko saat kondisi cuaca ekstrem," tambahnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini