Gas Air Mata Bunuh Ratusan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang

Penembakan gas air mata oleh petugas kepolisian terhadap suporter di Stadion Kanjuruhan Malang

Muhammad Yunus
Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:25 WIB
Gas Air Mata Bunuh Ratusan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang
Gas air mata ditembakkan ke arah suporter di Stadion Kanjuruhan Malang. Usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 merupakan kendaraan Polri.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," tambahnya.

Sesungguhnya, lanjutnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar.

Baca Juga:Tragedi Laga Arema FC vs Persebaya: Ratusan Orang Dilaporkan Tewas

Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa orang turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

127 Orang Meninggal Dunia

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10). Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.

Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia. Dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua anggota Polri.

Baca Juga:Polisi Ungkap Penyebab 127 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua adalah anggota Polri," kata Nico.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini