Emosi Mulai Memuncak di Antrean SPBU, Warga Baku Hantam dan Keluarkan Sajam

Antrean panjang di sejumlah SPBU bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi mulai memicu konflik antar masyarakat

Muhammad Yunus
Senin, 29 Juni 2026 | 17:51 WIB
Emosi Mulai Memuncak di Antrean SPBU, Warga Baku Hantam dan Keluarkan Sajam
Sejumlah bus dan truk mengantre dari dini hari hingga siang untuk mengisi Biosolar di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan. Kondisi ini sudah berlangsung berbulan-bulan[SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Antrean panjang truk dan bus terjadi di sejumlah SPBU Kota Makassar sejak satu bulan terakhir hingga 29 Juni 2026.
  • Kondisi antrean BBM subsidi tersebut memicu konflik horizontal di masyarakat serta menghambat produktivitas ekonomi dan waktu istirahat para sopir.
  • Pertamina mengklaim pasokan aman dan telah menambah suplai, namun distribusi dinilai belum efektif karena antrean masih terus terjadi.

SuaraSulsel.id - Klaim Pertamina bahwa stok Biosolar dalam kondisi aman belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Di lapangan, antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi mulai memicu konflik antarmasyarakat.

Hingga Senin (29/6/2026), deretan truk dan bus masih mengular di sejumlah SPBU di Kota Makassar, seperti SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan di samping Universitas Cokroaminoto, SPBU depan Universitas Hasanuddin, SPBU samping Universitas Islam Makassar, SPBU depan Polda Sulsel, hingga SPBU Bawakaraeng.

Para sopir mengaku kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan tanpa perubahan berarti. Berjam-jam menunggu di tengah antrean membuat emosi masyarakat semakin mudah tersulut.

Baca Juga:Efek Tekanan Ekonomi, Pengguna Dexlite dan Pertamina Dex Beralih ke Solar Subsidi

Muhaimin (56), sopir truk rute Makassar-Palopo, mengaku mulai mengantre sejak pukul 05.30 Wita. Namun hingga menjelang siang, ia belum juga memperoleh Biosolar.

"Kita dari subuh di sini. Setelah turunkan penumpang langsung antre BBM, sampai jam 11 siang belum dapat," ujarnya.

Menurutnya, keterlambatan pasokan solar di SPBU membuat sopir harus berebut antrean setiap hari. Akibatnya, waktu bekerja, beristirahat, hingga berkumpul bersama keluarga habis hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

"Kita sampai subuh, malam harus berangkat lagi, tapi waktu habis terbuang hanya isi bensin. Sudah tidak banyak waktu istirahat dan kumpul keluarga," katanya.

Keluhan senada disampaikan Andreas (48), sopir bus antarkota jurusan Toraja-Makassar. Setiap tiba di Makassar pada dini hari, ia tidak bisa langsung beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.

Baca Juga:Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyelundup BBM Subsidi

Sebaliknya, ia harus kembali mengantre selama berjam-jam agar bisa mendapatkan solar subsidi sebelum kembali melayani penumpang pada malam hari.

"Sudah lima jam antre. Tidak semua SPBU juga tersedia solar. Kita terpaksa antre karena bus dilarang lewat di jalan nasional setelah jam enam pagi," katanya.

Menurut Andreas, antrean kendaraan yang mengular juga memicu kemacetan di sekitar SPBU karena banyak kendaraan berat terpaksa berhenti di badan jalan.

"Macet karena mobil harus parkir di pinggir jalan antre panjang," ujarnya.

Konflik Horizontal Mulai Bermunculan

Panjangnya antrean BBM kini tidak lagi sekadar persoalan distribusi, tetapi mulai memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini