Warga Rusia Unjuk Rasa di Depan Kedutaan Ukraina: Maafkan Kami

Sejumlah warga Rusia demo di depan kedutaan Ukraina di Moskow

Muhammad Yunus
Senin, 28 Februari 2022 | 13:18 WIB
Warga Rusia Unjuk Rasa di Depan Kedutaan Ukraina: Maafkan Kami
Seorang wanita meletakkan bunga di luar kedutaan Ukraina di Moskow. Setelah Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran di Ukraina (24/2/2022). [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Penangkapan aktivis besar-besaran jarang terjadi di Rusia sejak kelompok oposisi pimpinan Alexei Navalny dihancurkan tahun lalu. Navalny kini mendekam di penjara.

Warga negara asing yang panik pada Minggu saling bertelepon dan membahas rencana untuk meninggalkan negara itu setelah Putin memerintahkan agar kekuatan nuklir Rusia ditempatkan dalam siaga tinggi.

Sejumlah penduduk Moskow tampak khawatir dengan sanksi Barat yang diperkirakan akan menimbulkan kekacauan pasar pada Senin.

Beberapa ATM kehabisan uang tunai di Moskow, orang-orang menunggu dalam antrean panjang untuk menarik uang di St Petersburg. Bank Raiffeisen menukar dolar dengan 150 rubel, padahal harganya masih 83 rubel saat penutupan pasar Jumat lalu.

Baca Juga:Kisah Warga Rusia Menentang Invasi ke Ukraina, Bertengkar Setiap Hari dengan Sang Ayah yang Dukung Perang

Kedutaan AS mengimbau warga Amerika untuk meninggalkan Rusia "secepatnya" karena semakin banyak penerbangan dibatalkan dan negara-negara menutup wilayah udara mereka bagi maskapai Rusia.

Semua warga negara Prancis dengan kunjungan singkat di Rusia harus pergi secepatnya, kata pemerintah Prancis, Minggu.

Di kedutaan Ukraina, Alexandra mengatakan semua temannya menentang perang, namun sebagian besar orang Rusia, termasuk orang tuanya, mendukung invasi Rusia.

"Orang tua saya tinggal di daerah. Mereka menonton televisi dan propaganda mempengaruhi mereka, mereka mengalami kekosongan informasi. Kami bertengkar setiap hari."

Anna mengatakan dia telah melakukan protes setiap hari sejak Kamis meskipun berisiko ditangkap. Dia menyesal kenapa tidak dari dulu mendukung politisi oposisi yang bisa membantu gerakan mereka saat ini, sehingga dia menyalahkan dirinya atas invasi Rusia.

Baca Juga:Pengantin Ukraina Ini Menikah di Tengah Ledakan Bom, Langsung ke Medan Perang

"Tak ada yang mengorganisasi kami sekarang. Mereka kini dipenjara atau dicap sebagai ekstremis… Kami telah melewati momen itu," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini