95 Persen Benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Bone Dalam Museum Lapawawoi Hilang

Pengelola sudah membuat laporan dugaan pencurian

Muhammad Yunus
Senin, 17 Januari 2022 | 17:33 WIB
95 Persen Benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Bone Dalam Museum Lapawawoi Hilang
Ilustrasi: Pengunjung mengamati fosil gading gajah purba (Stegodon trigonochepalus) koleksi Museum Situs Purba Patiayam di Desa Terban, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (5/10/2021). ANTARA FOTO/Yusuf Nigroho

SuaraSulsel.id - Sejumlah benda pusaka peninggalan kerajaan Bone diduga dicuri maling. Peristiwa ini terjadi di Museum Lapawawoi, Jalan MH Thamrin, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu malam 15 Januari 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Andi Ansar Amal mengatakan, benda-benda pusaka yang hilang di Museum Lapawawoi diperkirakan sebanyak 95 persen.

Pelaku diduga mencuri benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Bone tersebut. Dengan cara merusak pintu belakang dan pintu depan. Serta merusak pintu ruangan kepala museum.

"Benar. Jadi kejadiannya malam minggu ini, kemarin dulu. Dan kemudian barang-barang yang hilang itu sekitar 95 persen," kata Andi Ansar saat dikonfirmasi SuaraSulsel.id, Senin 17 Januari 2022.

Baca Juga:Komnas KIPI Klaim Belum Terjadi Kasus Meninggal Akibat Vaksinasi Covid-19

Menurut Andi Ansar, benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Bone yang hilang itu bermacam-macam. Mulai dari duplikasi rambut Arung Palakka, Raja Bone, sejumlah benda-benda tajam, stempel-stempel kerajaan dan uang-uang kuno beserta lemarinya.

"Sebetulnya kalau kita melihat di lokasi sana itu, ada pengrusakan pintu. Kemudian baraknya kehilangan barang. Berarti sama halnya kalau mengatakan pencurian dengan pengrusakan. Kalau kasarnya kan karena ini ada pengrusakan pintu, setelah itu ada kehilangan barang-barang 95 persen. Cuma kalau mau diistilahkan pencurian boleh juga," kata dia.

"Itu uang kuno tragis karena disamping uang kunonya hilang juga diangkat dengan lemarinya. Banyak sekali macamnya. Pokoknya dia sisakan sekitar 5 persen," tambah Andi Ansar.

Andi Ansar menduga peristiwa pencurian ini terjadi pada Sabtu (15/1/2022) malam. Sebab, staf museum waktu itu masih bekerja di lokasi tersebut hingga pukul 16.30 Wita sore.

"Jadi diperkirakan kejadian ini malam hari, pada malam Minggu," terang Andi Ansar.

Baca Juga:Siswa Bone Meninggal Usai Vaksinasi: Kaki Bengkak, Tubuh Sakit, dan Selalu Tertidur

Para petugas, kata Andi Ansar, baru menyadari hal ini pada Senin 17 Januari 2022 sekitar pukul 08.00 Wita, pagi tadi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini