Sultan Hasanuddin (1653-1669 M)
Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, Makassar sampai masa kejayaan. Makassar berhasil menguasai nyaris seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan memperluas kekuasaannya hingga ke Nusa Tenggara (Sumbawa dan Flores). Sultan Hasanuddin pun mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur karena keberaniannya dan semangat perjuangannya.
Kondisi Ekonomi
Kerajaan Makassar merupakan kerajaan maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor seperti letak yang strategis dan memiliki pelabuhan yang baik. Selain itu, jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada 1511 menyebabkan banyak pedagang pindah ke Indonesia Timur.
Baca Juga:9 Makanan Khas Makassar: Coto Makassar, Konro, Pallumara, Hingga Pallubasa
Sebagai pusat perdagangan, Makassar berkembang sebagai pelabuhan internasional dan banyak disinggahi oleh pedagang asing dari Portugis, Inggris, Denmark, dan sebagainya. Sistem pelayaran dan perdagangan di Makassar diatur berdasarkan hukum niaga pada kitab Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahi’e oleh Amanna Gappa.
Dengan adanya hukum niaga tersebut, maka perdagangan di Makassar menjadi teratur dan berkembang pesat. Makassar juga mengembangkan pertanian karena kerajaan ini menguasai daerah-daerah yang subur di bagian Timur Sulawesi Selatan.
Sosial Budaya
Sebagian besar masyarakat Makassar adalah nelayan dan pedagang. Demi meningkatkan taraf kehidupannya, mereka yang merantau. Walaupun mereka memiliki kebebasan untuk berusaha dalam mencapai kesejahteraan, tetapi dalam kehidupannya mereka sangat terikat dengan norma adat yang dianggap sakral.
Norma kehidupan masyarakat Makassar diatur berdasarkan adat dan agama Islam yang disebut Pangadakkang. Masyarakat Makassar juga mengenal pelapisan sosial yang terdiri dari lapisan atas yang merupakan golongan bangsawan dan keluarganya disebut dengan Anakarung/Karaeng. Sedangkan rakyat kebanyakan disebut to Maradeka dan masyarakat lapisan bawah disebut dengan golongan Ata.
Baca Juga:Rekomendasi 10 Oleh-oleh Khas Makassar, Makanan, Kain Tenun hingga Handicarft
Di sisi lain, dari segi kebudayaan masyarakat Makassar banyak memproduksi benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal ini dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo. Bahkan, kapal Pinisi dan Lombo terkenal sampai mancanegara.