alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lantaran Urusan Cinta, Mahasiswi di Makassar Nekat Lakukan Bunuh Diri

Budi Arista Romadhoni Minggu, 12 September 2021 | 16:46 WIB

Lantaran Urusan Cinta, Mahasiswi di Makassar Nekat Lakukan Bunuh Diri
Ilustrasi jenazah. Mahasiswi di Makassar nekat mengakhiri hidupnya karena hubungan asmara dengan sang pacar mengalami masalah. (Shutterstock).

Mahasiswi di Makassar nekat mengakhiri hidupnya karena hubungan asmara dengan sang pacar mengalami masalah

SuaraSulsel.id - Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) ditemukan tewas karena bunuh diri di dalam rumahnya. 

Mahasiswi berinesial QA (21 tahun) diketahui tewas karena gantung diri di dalam rumahnya, yang berada di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sabtu (11/9/2021). 

Menyadur dari Terkini.id, keterangan pihak kepolisan menyatakan, ibu korban bernama Dasriana yang tiba di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) mengaku sempat berkomunikasi dengan anaknya QA di WhatsApp (WA).

Bahkan korban disebut sempat mengirim foto tali dan bertanya “apakah tali ini kuat?”. “Ibu korban menjawab Astagfirullah, janganki main-main nak. Dan setelah itu sudah tidak ada lagi jawaban dari korban,” kata Kasi Humas Polsek Tamalanrea, Aipda M Khalil saat dimintai konfirmasi, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga: Jelang Lawan PSM Makassar, Presiden Madura United Minta Pemain Bermain Profesional

Mahasiswa semester akhir itu diduga tega mengakhiri hidupnya karena depresi. Ia tidak sanggup menghadapi masalah yang menimpa dirinya.

“Menurut informasi dari ibu kandungnya, korban telah diputuskan oleh pacarnya  yang mengakibatkan sering berhalusinasi dan depresi,” tukasnya.

Dari surat wasiat yang sempat ia tuliskan untuk orang tuanya, QA diketahui menjalin hubungan asmara dengan seorang pria bernama Adit.

Belakangan, keduanya ada masalah dan cekcok. Hubungan mereka pun tidak bisa dipertahankan dan harus berpisah.  Atas dasar itulah diduga QA nekad bunuh diri. Korban telah dibawa pulang oleh keluarganya ke Jalan Sukawati, Kabupaten Pangkep untuk dikebumikan.

Kedua orang tua korban disebut menolak untuk dilakukan autopsi.  “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi dan menerima kejadian ini. Posisi hanya mebuat berita acara penolakan optopsi yang ditanda tangani keluarga korban,” ujar Khalil.

Baca Juga: Komisi VIII: UPT Asrama Haji Makassar dapat Ditingkatkan Jadi yang Menguntungkan

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait