Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh

Dirja Pratama dipastikan menjadi korban penganiayaan oleh sesama polisi di barak

Muhammad Yunus
Senin, 23 Februari 2026 | 18:16 WIB
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
Jenazah Bripda Dirja Pratama dipeluk erat oleh Ibunya di RS Bhayangkara Makassar [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Bripda Dirja Pratama (19) dari Polda Sulsel meninggal setelah dianiaya sesama polisi di asrama Makassar usai salat Subuh.
  • Polda Sulsel menetapkan Bripda P, senior korban, sebagai tersangka utama berdasarkan bukti dan pemeriksaan medis.
  • Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan anggota lain dan akan memproses pidana serta kode etik terkait kasus ini.

SuaraSulsel.id - Bripda Dirja Pratama (19) polisi muda Polda Sulawesi Selatan dipastikan menjadi korban penganiayaan oleh sesama polisi di barak.

Korban disebut dihantam di bagian kepala usai melaksanakan salat subuh hingga akhirnya meregang nyawa.

Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel yang berada di lingkungan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu, Dirja baru saja menunaikan Salat Subuh di Mushola Al Mukmin, lantai 3 Mako Ditsamapta.

Baca Juga:12 Fakta Kematian Bripda Dirja Pratama

Seusai beribadah, ia menuju ruangan Danton 3 Kompi 2, di lantai yang sama untuk beristirahat.

Tak lama kemudian, seorang rekannya mendengar suara benturan dari dalam ruangan tersebut.

Rekan yang berada satu tingkat di atasnya itu terbangun dan segera mengecek sumber suara.

Saat pintu dibuka, Dirja terlihat dalam kondisi tidak stabil dan mengalami kejang.

Melihat kondisi tersebut, rekan korban segera meminta bantuan personel lain serta piket Provos.

Baca Juga:Misteri Darah di Mulut Bripda Dirja Pratama Terjawab, Senior Resmi Tersangka

Dirja kemudian dilarikan ke RSUD Daya Makassar menggunakan kendaraan dinas.

Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit sekitar pukul 07.30 Wita, ia dinyatakan meninggal dunia.

Kasus ini kemudian ditangani secara internal oleh Polda Sulsel.

Satu orang anggota berinisial Bripda P telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia diketahui merupakan senior korban.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup.

"Dapat kita yakini bahwa saudara P adalah pelakunya dan kita akan melaksanakan proses lebih lanjut," tegasnya, Senin, 23 Februari 2026.

Djuhandhani memastikan institusinya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terbukti melanggar hukum.

"Kami tidak memberikan kompromi ataupun kebijakan bagi anggota yang melanggar, baik itu aturan, pidana, disiplin, maupun etika. Semua akan kita tegakkan," ujarnya.

Polisi awalnya menerima laporan bahwa korban meninggal akibat membentur-benturkan kepalanya sendiri.

Namun, penyidik tidak serta-merta menerima informasi tersebut dan langsung melakukan pendalaman.

Saat dilakukan pemeriksaan mendalam, korban ternyata dianiaya.

"Laporan awal yang kami terima seperti itu. Namun kami tidak percaya begitu saja. Kami langsung mengecek kebenaran tersebut," katanya.

Hasil pemeriksaan medis oleh Biddokkes Polda Sulsel juga menemukan adanya sejumlah luka lebam di tubuh korban.

Temuan itu menguatkan dugaan bahwa telah terjadi tindak penganiayaan.

"Secara scientific kami buktikan bahwa keterangan yang menyebut korban membentur-benturkan kepala itu tidak benar. Kami bisa membuktikan telah terjadi penganiayaan terhadap korban," jelas Djuhandani.

Menurutnl Djuhandani, keterangan tersangka Bripda P memiliki persesuaian dengan hasil pemeriksaan medis.

Dugaan kekerasan dilakukan dengan cara memukul di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya.

"Dari keterangan tersangka yang dihubungkan dengan hasil pemeriksaan Biddokkes, ada persesuaian. Cara memukul di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya itu sudah sinkron," ungkapnya.

Meski telah menetapkan satu tersangka, penyidik tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Saat ini, lima anggota lainnya masih diperiksa secara intensif untuk mendalami peran masing-masing.

"Kami masih melihat keterlibatan pelaku lainnya. Pemeriksaan masih terus berjalan," tambahnya.

Selain proses pidana, Polda Sulsel juga akan menempuh proses kode etik terhadap anggota yang terlibat.

Proses tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum secara kedinasan, di samping pertanggungjawaban pidana.

Dirja diketahui merupakan lulusan pendidikan Bintara Polri tahun 2025 dan saat ini bertugas di wilayah hukum Polres Pinrang.

Ia dikenal sebagai anggota muda yang baru memulai kariernya di institusi kepolisian.

Jenazah Dirja sempat dibawa ke RSUD Daya Makassar sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses visum dan autopsi.

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Kakek Dirja bahkan sempat meluapkan emosi di rumah sakit karena tak terima cucunya menjadi korban penganiayaan.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan dirinya melihat darah keluar dari mulut anaknya, serta luka lebam di bagian kepala.

"Ada darah keluar dari mulut, tapi masih menunggu penyelidikan," ujarnya.

Ia juga menyebut, beberapa jam sebelum kejadian, putranya masih sempat berkomunikasi dengan ibunya saat sahur dan tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun.

"Subuh masih sempat komunikasi dengan ibunya. Baik-baik saja, tidak pernah bilang sakit," kata Jabir.

Keluarga berharap proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan, serta seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban demi keadilan bagi Bripda Dirja Pratama.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini