Saat mobil berhenti, Nuryadi turun dari mobil dan mengambil koper berwarna hijau di bagasi mobil. Koper itu kemudian dipindahkan ke mobil Irfandy.
Edy Rahmat kemudian berpindah lagi ke mobil Irfandy. Edy menyarankan agar mendahului mobil BMW dan menuju ke sekitar pelabuhan.
Saat di pelabuhan, Edy kemudian berpindah lagi ke mobil HRV. Namun Irfandy mengaku tak tahu siapa pemilik mobil itu.
"Saya gak tahu Pak Edy bertemu dengan siapa, tapi Pak Edy minta turun di situ. Dia naik di mobil HRV dan saya disuruh ikuti," jelasnya.
Baca Juga:Saksi Ungkap Peran Istri Nurdin Abdullah Dalam Kasus Dugaan Suap
Saat berpindah mobil, Edy Rahmat mengatakan bahwa yang di koper itu adalah uang semua. Irfandy kemudian meminta Edy, untuk memutar terlebih dahulu di sekitaran Pantai Losari.
Saat itu Irfandy mengaku takut dirampok jika berhenti. Karena uang yang ada di mobil cukup besar.
Mereka juga sempat menuju ke Lego-lego. Di waktu bersamaan, Nurdin Abdullah sedang berada di lokasi yang saat itu.
"Tapi hanya putar di Lego-lego tidak berhenti. Nanti berhenti di depan masjid terapung," jelasnya.
Di depan masjid, Edy kemudian berpindah lagi ke mobil Irfandy. Mereka lalu pulang ke rumah dinas Edy Rahmat di Jalan Hertasning.
Baca Juga:Andi Sudirman Ungkap Kejanggalan Dalam Sidang Nurdin Abdullah
Sesampai di rumah dinas, Irfandy mengangkat koper yang berisi uang itu ke dalam rumah. Ia menaruhnya di depan kamar Edy Rahmat.
"Setelah itu saya ke Alfamart dan pulang ke rumah ternyata sudah ada KPK yang datang. Dia cari Pak Edy. Saat KPK datang, saya disuruh masuk ke kamar. Saya dilarang keluar. Pak Edy kemudian dibawa KPK sama saya," tukasnya.
Ibrahim Palino kemudian menanyakan ke Irfandy, apakah tidak menaruh curiga sama sekali dengan uang yang diserahkan secara sembunyi seperti itu.
"Apakah curiga saat itu? Kenapa uang diserahkan seperti kayak sinetron? Kalau normal, kan, cukup serahkan saja di rumah makan atau dimana. Kenapa harus pakai koper?," tanya Ibrahim.
"Kayak di sinetron kan. Ada jalan-jalannya, kemudian pindahkan uang, ada koper, ransel dan lain-lain. Bahkan saudara menyarankan supaya mutar-mutar dulu di daerah pantai Losari karena takut dirampok," lanjut Ibrahim.
Irfandy mengaku sudah menaruh curiga saat koper dipindahkan. Hanya saja tak berani menanyakan ke Edy Rahmat.