Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia

Perempuan renta yang hidup di rumah sederhana di pelosok Kabupaten Maros kini menjadi wajah dari program internasional Makkah Route 2026

Muhammad Yunus
Kamis, 07 Mei 2026 | 19:39 WIB
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
Jumaria, warga Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulsel, menjadi ikon global perjalanan ibadah haji Indonesia tahun 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jumaria, buruh tani asal Kabupaten Maros, menjadi ikon global program haji internasional Makkah Route tahun 2026.
  • Ia menabung sebagian upah hariannya selama dua puluh tahun untuk mewujudkan keinginan berangkat ibadah haji.
  • Kisah kegigihan Jumaria diangkat sebagai simbol inspiratif dalam layanan jalur cepat keimigrasian haji bagi jemaah.

SuaraSulsel.id - Tak banyak orang menyangka perempuan renta yang hidup sendiri di rumah sederhana di pelosok Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros itu kini menjadi wajah dari program internasional Makkah Route 2026.

Jumaria (70) namanya. Seorang buruh tani yang selama puluhan tahun menabung dari upah panen Rp100 ribu akhirnya berangkat ke Tanah Suci.

Kisah hidupnya diangkat menjadi ikon global perjalanan haji Indonesia tahun ini.

Sehari-hari, Jumaria bekerja sebagai buruh tani menggarap sawah milik orang lain dengan upah tak seberapa. Namun, dari tangan renta itulah, lahir kisah yang kini dikenal hingga tingkat internasional.

Baca Juga:Pemkab Kolaka Sewa 6 Pesawat Wings Air 2,7 Miliar untuk Calon Haji 2026

Setiap musim panen, Jumaria menerima upah sekitar Rp200 ribu dari sawah yang digarapnya.

Separuh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Separuh lainnya disimpan untuk ongkos haji.

"Kalau panen dia dapat sekitar Rp200 ribu. Rp100 ribu dipakai belanja, Rp100 ribu lagi disimpan," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyaddin, Kamis, 7 Mei 2026.

Kata Ahmad, tak ada penghasilan tetap. Tak ada tabungan besar di bank.

Uang-uang itu hanya disimpan perlahan, bahkan kadang hanya di sela bantal atau tempat sederhana di rumahnya. Namun bagi Jumaria, sedikit demi sedikit tetap berarti selama dilakukan dengan sabar dan keyakinan.

Baca Juga:Cara Mudah Daftar Haji Lewat Pegadaian, Bisa Gunakan Jaminan Emas

Ia mulai menabung sejak lebih dari 20 tahun lalu. Pada 2010, tabungan itu akhirnya cukup untuk mendaftar haji.

"Setelah menunggu sekitar 15 tahun namanya resmi masuk daftar keberangkatan musim haji 2026," ucap Ahmad.

Perjalanan hidup perempuan itu memang jauh dari kata mudah.

Selama lebih dari 20 tahun terakhir, ia hidup seorang diri di rumah tua peninggalan orang tuanya.

Rumah itu menjadi saksi kesabaran dan perjuangannya selama bertahun-tahun.

Jumaria merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Saudara-saudaranya telah memiliki rumah masing-masing, sementara ia memilih tetap tinggal di rumah lama keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini