facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Pernyataan Dokter di Sulawesi Selatan : Pasien Covid-19 Tidak Pernah Ada

Muhammad Yunus Jum'at, 03 September 2021 | 10:14 WIB

Viral Pernyataan Dokter di Sulawesi Selatan : Pasien Covid-19 Tidak Pernah Ada
Surat pernyataan dokter di Sulawesi Selatan yang menyebut pasien Covid-19 tidak ada viral [SuaraSulsel.id / Tangkapan layar]

Mengeluarkan pernyataan yang membuat heboh media sosial

SuaraSulsel.id - Dokter bernama Adiany Adil yang berstatus Aparatur Sipil Negara atau ASN di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mengeluarkan pernyataan yang membuat heboh media sosial. Dokter yang mengaku sedang melaksanakan tugas belajar ini menyebut pasien Covid-19 tidak pernah ada.

Hal ini disampaikan Adiany Adil dalm surat pernyataan yang ditandatangi Rabu 25 Agustus 2021. Kemudian disaksikan oleh seseorang bernama Andi Chan Pammasangi. Surat ini viral di media sosial.

Saat dikonfirmasi SuaraSulsel.id, Adiany Adil yang sedang menempuh pendidikan spesialis anastesi di Kampus Unhas ini mengaku sejak dulu hingga sekarang, belum ada teori yang menyebut Covid-19 adalah diagnosis.

"Sejak dahulu hingga detik ini para dokter termasuk saya tidak pernah tegakkan diagnosis Covid-19. Bahwa dalam teori dan praktek kedokteran. tidak pernah ada diagnosis Covid-19. Dan olehnya itu, pasien Covid-19 itu tidak pernah ada," kata Adiany Adil.

Baca Juga: Dokter Top AS Sebut Varian MU Bukan Ancaman Langsung Bagi AS, Apa Sebab?

Adiany Adil mengatakan, percaya dengan adanya virus. Virus sudah ada sejak dahulu kala dan menjadi sahabat manusia. Bahkan keberadaan virus memberi manfaat bagi manusia. Mengurangi kolonisasi bakteri.

"Masalahnya kita terburu-buru menyebut virus corona penyakit. Padahal belum ada rujukannya," ungkap Adiany Adil.

Dia mengaku, karena banyak dokter yang mendiagnosa Covid-19. Sehingga diagnosa yang umum dilakukan seperti ISPA ditinggalkan.

Adiany mengaku sudah dipanggil oleh Polres dan Kodim Enrekang untuk melakukan klarifikasi. Begitupula dengan IDI Enrekang.

"Tidak ada yang bantah pernyataan saya," ungkapnya.

Baca Juga: Dokter Reisa Puji Kota Semarang yang Paling Taat Prokes, Hendi: Jangan Menjadi Euforia

Adiany Adil mengatakan tidak boleh melakukan praktik yang belum ada teorinya. "Karena namanya malpraktik," katanya kepada SuaraSulsel.id

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait