Ratusan Anak Sulawesi Selatan Keracunan Makanan, Ini Penyebabnya

BPOM Makassar mencatat ratusan kasus keracunan makanan di Sulawesi Selatan

Muhammad Yunus
Jum'at, 16 Juli 2021 | 13:45 WIB
Ratusan Anak Sulawesi Selatan Keracunan Makanan, Ini Penyebabnya
Ilustrasi : 7 dari 10 Anak Sekolah Tak Mendapat Sarapan Bergizi. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

SuaraSulsel.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Makassar mencatat ratusan kasus keracunan makanan di Sulawesi Selatan. Selama tahun 2021.

Dari data BPOM Makassar, ada 211 anak yang keracunan karena pangan sepanjang tahun 2021. 25 persen diantaranya terjadi pada anak sekolah dengan usia 10 hingga 19 tahun.

Hal itu dikarenakan mereka membeli pangan jajanan anak sekolah atau (PJAS) di sekolah. Baik di kantin, maupun di luar sekolah.

"Ini yang harus jadi perhatian. Lumayan tinggi kasus keracunan di sekolah," ujar Kepala BPOM Makassar, Hardaningsih, Jumat, 16 Juli 2021.

Baca Juga:Pemprov Sulsel Izinkan Warga Salat Idul Adha di Lapangan, Ini Syaratnya

Hardianingsih mengatakan banyak sekolah yang kantinnya masih jauh dari kata layak. Belum lagi soal makanan yang dijajakan tidak sehat.

"Kadang terbuat dari pewarna atau ada zat-zat yang tidak diizinkan lalu digunakan," tambahnya.

Olehnya itu, pihaknya gencar menyosialisasikan program kemananan pangan bagi kalangan muda atau disebut juga generasi emas. Salah satu caranya adalah memperkenalkan soal keamanan pangan.

"Supaya mereka mendapat asupan baik di rumah dan di sekolah," ujar Hardiningsih.

Menurutnya, pangan sangat berpengaruh di masa pandemi. Sebab, asupan bergizi dapat menjadi kekuatan menangkal masuknya virus ke dalam tubuh.

Baca Juga:Kasus Covid-19 Sulsel Meningkat, Ahli Epidemiologi : Siap-Siap Sulsel Siaga Darurat

Sosialisasi keamanan pangan tersebut menyasar langsung pada anak. Untuk itu, pihaknya mengemas sosialisasi tersebut dengan metode lebih menyenangkan. Salah satunya melalui lomba video menggunakan media sosial tiktok.

Hardingsih menuturkan, untuk tahap awal, lomba sosialisasi keamanan pangan via tiktok akan menyasar ribuan pelajar SMP di Sulsel.

"Anak SMP dulu, kita menganggap anak usia sekolah itu generasi emas. Memang kalau dari sisi keamanan pangan, dari data 2019 itu kan ada banyak karacunan pangan utamanya pada anak usia 9-15 tahun," sebutnya

Sebagai informasi, berdasarkan data BPOM RI pada 2019, terjadi 20 juta kasus keracunan pangan per tahun di Indonesia. Hingga kini, BPOM RI terus memberikan pendampingan kepada para penjaja makanan pinggir jalan atau street food.

Pendampingan ini dilakukan sebagai upaya memberdayakan para pedagang street food agar bisa menghasilkan produk pangan yang berkualitas baik serta bernutrisi.

Aspek keamanan pangan yang berasal dari makanan pinggir jalan ini perlu mendapatkan perhatian lebih lantaran dikonsumsi cukup tinggi oleh masyarakat. Khususnya anak-anak sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini