alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Air Mata Bercucuran, Mahasiswi Ini Cabut Laporan Terhadap Ibunya di Polisi

Muhammad Yunus Rabu, 13 Januari 2021 | 20:57 WIB

Air Mata Bercucuran, Mahasiswi Ini Cabut Laporan Terhadap Ibunya di Polisi
Agesti Ayu Wulandari (19 tahun) dan Sumiyatun (36 tahun) bertemu di Kejari (suara.com/Dafi Yusuf)

Agesti dan ibunya akhirnya berdamai. Keduanya saling berpelukan dan saling memaafkan.

SuaraSulsel.id - Hati Agesti Ayu Wulandari (19 tahun) akhirnya luluh. Mau mencabut laporan terhadap ibu kandungnya di Polres Kabupaten Demak.

Agesti adalah mahasiswi yang viral karena mencari keadilan. Dengan cara melaporkan ibunya ke polisi. 

Kini Agesti dan ibunya Sumiyatun (36 tahun) bisa berdamai. Hari ini Agesti, anak kandung Sumiyatun mencabut laporannya dan bersedia untuk berdamai. 

Keduanya tak sanggup menahan air matanya ketika bertemu di Kantor Kejari. Agesti mengaku sudah rindu. Akhirnya, mereka saling berpelukan dan bersedia untuk berdamai. 

Baca Juga: Puskesmas di Makassar Hanya Mampu Suntik 15 Orang Per Hari, Ini Alasannya

"Bagaiamana pun beliau adalah ibu saya," jelas Agesti saat ditemui di Kantor Kejari Demak, Rabu (13/1/2021). 

Ia mengatakan, terakhir bertemu dengan Sumiyatun pada bulan Agustus lalu. Ia mengaku rindu kepada ibu kandungnya tersebut. Agesti mengaku tak dapat berkata-kata lebih pada pertemuannya kali ini. 

"Saya kangen, tak bisa berkata-kata," ucapnya. 

Sementara itu, Sumiyatun meminta maaf kepada masyarakat karena melakukan keteledoran. Selain itu, ia juga meminta masyarakat terutama netizen yang ada di media sosial tak membully anaknya. 

"Saya minta maaf, mungkin saya banyak salahnya. Saya minta netizen dan masyarakat tak membully anaknya sebagai anak durhaka," ucapnya. 

Baca Juga: Hadija Ditangkap Saat Menjual Kosmetik Ilegal di Makassar

Menurutnya, anak pertamanya itu masih anak-anak dan tak mengerti masalah yang dihadapi oleh kedua orang tuanya. Meski begitu, ia memohon agar anaknya tak dibully lagi. 

"Jangan bully anak saya, mungkin dia banyak tekanan," imbuhnya. 

Sebelumnya, sang anak menyampaikan alasannya melaporkan ibu yang melahirkannya itu. Ia mengaku hanya mencari keadilan. 

Video anak melaporkan ibunya ke Polisi itu diunggah oleh akun instagram @infokejadiandemak. Unggahan itupun langsung mendapat kecaman dari nitizen. 

Wanita di dalam video itu mengaku bernama Agisti Ayu Wulandari. Ia melaporkan ke Polres Demak karena kesal dangan sang ibunya yang berinesial S. 

"Mungkin diluar sana nitizen dan rekan rekan lagi ramai berita anak durhaka yang melaporkan ibunya sehingga terancam penjara. Perlu saya jelaskan mungkinkah seorang anak yang telah melahirkan  akan memenjarakan seorang ibu jika tidak keterlalun," ucap agisti dalam video beberapa waktu yang lalu. 

Jadi anak angkat Dedi Mulyadi

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi turun ke Demak langsung untuk memediasi Agesti dan ibunya Sumiyatun. Politisi Golkar itu mengangkat Agesti menjadi anak jika bersedia berdamai dengan ibu kandungnya. 

"Saya berikrar jika Agesti memaafkan ibu kandungnya (Sumiatun), saya akan anggap dan angkat Agesti sebagai anak saya," jelasnya di Kejaksaan Negeri Demak, Rabu (13/1/2021). 

Selain itu, dia juga akan menanggung biaya hidup dan pendidikan Agesti hingga doktor. Dia mengaku memang menaruh perhatian lebih pada kasus yang sedang dihadapi Agesti dan ibunya. 

"Sekarang saya mempunyai anak empat. Salah satunya adalah Agesti," ucapnya. 

Ia mengatakan, mulai saat ini masyarakat atau netizen tak boleh untuk lagi membully keduanya. Menurutnya, keduanya sejatinya saling mencintai dan menyanyangi lantaran mempunyai ikatan batin antara anak dan ibu. 

"Mulai sekarang tak ada Bully untuk keduanya. Mereka saling mencintai," katanya. 

Dedi mengaku tersentuh hatinya sejak membaca berita soal peristiwa yang sedang dialami Agesti dan ibunya. Setelah membaca berita tersebut, ia langsung menelepon pengacaranya. 

"Saya sejak bacara berita tersebut langsung telpon pengacaranya," ucapnya. 

Sebelumya, Didi juga sempat menghubungi Agesti. Ia mengaku sempat berbicara lama dengan Agesti. Hal itulah yang membuatnya ingin berkomunikasi dengan Agesti dan juga ibunya. 

"Saya selalu meyakini, ibu dan anak apalagi perempuan yang awalnya suci makan akan kembali ke suci lagi," ujarnya.   

Kontributor : Dafi Yusuf

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait