facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perempuan Korban Perdagangan Manusia Ditampung Dekat Bandara Makassar

Muhammad Yunus Jum'at, 11 Desember 2020 | 18:31 WIB

Perempuan Korban Perdagangan Manusia Ditampung Dekat Bandara Makassar
Ilustrasi: Perempuan Warga Negara Asing (WNA) digiring petugas untuk didata usai konfrensi pers hasil Operasi Pengawasan Orang Asing di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat, Sabtu (7/1).

Perempuan berusia remaja berasal dari berbagai daerah di Sulawesi

"Tapi tidak dibolehkan sama L, kan dia yang komunikasi sama orang tuanya ini korban. Mulai dari situ ini anak curiga. Kenapa mau diberangkatkan tapi tidak dapat izin (ketemu sama keluarga)," tambah Lukman.

Kecurigaan IN semakin menjadi-jadi saat L yang mengaku sebagai pemilik tempat hiburan malam di Dobo meminta korban mengenakan pakaian seksi pada Senin (7/12/2020).

"Disuruh pakai. Tapi karena pakaian seksi-seksi makin curiga. Makanya dia (IN) bertanya kenapa saya mau kerja di swalayan tapi pakaian seksi begini," tutur Lukman.


Akan Dijual Rp 15 Juta ke Pria Hidung Belang

Baca Juga: Kisah Perempuan 17 Tahun di Makassar Nyaris Jadi Korban Perdagangan Manusia

Korban IN mendengar pembicaraan L bersama dengan seorang pria melalui sambungan telepon. Yang menyanggupi akan membayar sebesar Rp 15 juta.

"Ada bahasa Rp 15 Juta, kalau tiba di Dobo tapi harus layani laki-laki. Di situ marah. Ini L, bilang kenapa. Kau tidak mau dibooking?, ini saja baru foto sudah ditawari Rp 15 Juta," beber Lukman.

Karena itu, keesokan harinya IN menghubungi kakaknya. Agar segera dijemput di dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Kabur lah disitu karena kurang pengawasan. Dijemput sama kakaknya dibawa pulang ke rumahnya. Dia (IN) cerita sama keluarganya ini masalah," terangnya.

Ilustrasi panggilan telepon. [Shutterstock]
Ilustrasi panggilan telepon. [Shutterstock]

Korban dan Keluarga Dapat Ancaman Pembunuhan

Baca Juga: Jauh Dari Target, PAD Kota Makassar Diperkirakan Tidak Sampai Rp 1 Triliun

Usai kabur, L bersama dengan rekan-rekannya kemudian meneror korban. Mereka meminta agar IN mengganti biaya fasilitas yang telah dikeluarkan selama ini dengan total Rp 6 Juta. Termasuk biaya tiket pesawat yang rencananya akan berangkat pada Kamis (10/12/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait