Camat di Kota Makassar Dijatuhi Sanksi KASN, Tidak Netral di Pilkada

Fadly diberikan sanksi bersama Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Abd Rahman Qayyum dan Kepala Puskesmas Antang Perumnas drg Sulpiah

Muhammad Yunus
Jum'at, 27 November 2020 | 16:41 WIB
Camat di Kota Makassar Dijatuhi Sanksi KASN, Tidak Netral di Pilkada
Ilustrasi: Camat di Kota Makassar menghadiri acara pelantikan di Lapangan Karebosi, Jumat 26 Juli 2019 / [Foto: Istimewa]

Sulpiah memakai baju kampanye Appi-Rahman. Pada saat itu, Sulpiah tidak sedang dalam cuti sebagai ASN.

KASN meminta Penjabat Wali Kota Makassar untuk meberikan sanksi hukuman disiplin sedang kepada Sulpiah. Sanksi harus diberikan paling lambat 10 hari sejak surat diterima.

Untuk Abd Rahman Qayyum, diberikan sanksi hukuman disiplin sedang karena terbukti melanggar kode etik dan kode perilaku ASN.

Rahman Qayyum hadir dalam doa bersama pasangan Appi-Rahman di Lapangan Perumnas Antang. Mendampingi pasangan calon saat datang ke lokasi kegiatan. Bahkan berada dalam satu mobil dengan calon.

Baca Juga:Jelang Pilkada, Gerak-gerik ASN Kota Makassar Diawasi Lembaga Ini

Rahman Qayyum juga disebut menghalangi kelancaran tugas kedinasan. Karena tidak hadir selama dua kali panggilan untuk klarifikasi oleh Bawaslu.

Rahman Qayyum juga diminta tidak mengulangi perbuatannya. Jika rekomendasi KASN ini tidak ditindaklanjuti oleh Menteri Agama sebagai pejabat pembina kepegawaian, Maka KASN akan meminta Presiden memberi sanksi kepada Menteri Agama.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini