Jokowi Turun Gunung untuk Demi PSI: Saya Masih Sanggup Sampai Kecamatan!

Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan kesiapannya untuk turun langsung memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Riki Chandra
Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:09 WIB
Jokowi Turun Gunung untuk Demi PSI: Saya Masih Sanggup Sampai Kecamatan!
Jokowi saat memberikan pidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (31/1/2026). [Suara.com/ Lorencia Clara Tambing]
Baca 10 detik
  • Jokowi siap turun hingga kecamatan demi memenangkan dan membesarkan PSI.

  • Jokowi tekankan soliditas, toleransi, satu visi hadapi tantangan partai terbuka.

  • Penguatan jaringan digital dan struktur akar rumput kunci kekuatan PSI.

SuaraSulsel.id - Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan kesiapannya untuk turun langsung memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan, ia mengaku masih sanggup bergerak hingga ke tingkat kecamatan apabila partai membutuhkan kehadirannya.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat memberikan pidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Di hadapan jajaran pengurus pusat dan daerah, Jokowi menegaskan komitmennya untuk ikut bekerja keras membesarkan partai berlambang gajah tersebut.

"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota. Kalau perlu sampai tingkat kecamatan, saya masih sanggup," ujar Jokowi disambut tepuk tangan peserta Rakernas.

Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas dan kompleks. Saat ini, Indonesia memiliki 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, serta sekitar 7.000 kecamatan.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, kerja-kerja politik membutuhkan energi besar, konsistensi, dan jaringan yang solid hingga ke akar rumput.
Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan dirinya siap bekerja keras dan mati-matian demi PSI.

Ia menyebut PSI kini telah bertransformasi menjadi partai yang semakin terbuka dan inklusif, bahkan ia menyebutnya sebagai "partai super Tbk".

"PSI sekarang ini semakin terbuka, semakin inklusif. Banyak yang bergabung, dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung. Baik tokoh nasional, tokoh provinsi, maupun tokoh-tokoh kabupaten/kota," kata Jokowi.

Namun, Jokowi juga mengingatkan bahwa keterbukaan dan keberagaman membawa tantangan tersendiri. Semakin banyak orang bergabung, semakin besar pula potensi perbedaan, mulai dari perbedaan selera, keinginan, hingga kepentingan politik.

"Oleh sebab itu kita butuh toleransi. Kita butuh satu visi. Kita butuh menjaga kerukunan, menjaga kesolidan, dan menjaga persatuan di antara kita," tegasnya.

Selain soal soliditas internal, Jokowi menekankan pentingnya penguatan jaringan sebagai kunci utama dalam membangun partai politik modern. Ia menyebut ada dua hal yang harus dikerjakan secara paralel oleh PSI.

Pertama, memperkuat jaringan di ruang digital. Jokowi mendorong PSI untuk mengoptimalkan media sosial, warganet, dan jejaring netizen sebagai bagian dari strategi komunikasi politik.

Kedua, memperkuat jaringan offline yang nyata dan terstruktur.

"Dari desa sampai ke kota, semuanya harus kita perkuat," ujarnya.

Ia menegaskan penguatan struktur partai harus menjangkau hingga level paling bawah, yakni kecamatan, desa, bahkan RT dan RW. Menurut Jokowi, struktur partai yang hanya berhenti di tingkat DPD tidak akan cukup untuk menghadapi target besar yang dipasang PSI.

"Partai politik itu kekuatannya ada di struktur. Tapi strukturnya harus hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput, menyentuh masyarakat bawah. Itu struktur yang ideal," katanya.

Jokowi bahkan mengungkapkan ia telah berulang kali menyampaikan hal ini kepada jajaran pimpinan PSI. Mulai dari Ketua Dewan Pembina, Ketua Harian, hingga Sekretaris Jenderal.

Ia menargetkan seluruh struktur partai hingga tingkat bawah harus rampung paling lambat akhir 2026.

"Kita memerlukan mesin besar, karena target PSI adalah target yang besar," ujarnya.

Di akhir pidato, Jokowi kembali menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan bersama kader PSI. Ia menyerukan semangat militansi dan kerja keras sebagai fondasi perjuangan politik partai.

"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian," ucapnya.

Menurut Jokowi, Indonesia membutuhkan partai politik yang tidak hanya mengejar kekuasaan, tetapi juga membawa nilai dan etika dalam berpolitik.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini