- Erwin Sandi dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan oleh kepala desa terkait dugaan penyelewengan pengadaan 26 unit ambulans.
- Vendor PT Malili Supply Utama gagal memenuhi kontrak pengadaan ambulans senilai Rp250 juta per unit hingga batas waktu.
- Polda Sulawesi Selatan sedang menyelidiki laporan tersebut setelah 19 unit ambulans tidak kunjung diterima oleh pihak desa.
SuaraSulsel.id - Masih ingat dengan Erwin Sandi, warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan yang sempat viral setelah menggugat restoran cepat saji KFC hingga Rp4 miliar karena burger yang diterimanya dianggap tak sesuai gambar?
Empat tahun berselang, nama Erwin kembali ramai diperbincangkan.
Namun, kali ini bukan karena gugatan konsumen, melainkan karena dirinya dilaporkan ke polisi terkait dugaan masalah pengadaan ambulans di Kabupaten Luwu Timur.
Pria yang akrab disapa Om Botak itu dilaporkan sejumlah kepala desa ke Polda Sulawesi Selatan setelah diduga menghilang dalam proyek pengadaan 26 unit ambulans yang bersumber dari dana program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vale Indonesia.
Kasus ini bermula saat PT Malili Supply Utama milik Erwin dipercaya menjadi vendor pengadaan armada ambulans untuk mendukung program "Garda Sehat" Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Sebanyak 24 dari 26 kepala desa disebut telah mentransfer dana pembelian ambulans masing-masing sebesar Rp250 juta.
Nilai pengadaan per unit sendiri tercantum sebesar Rp285 juta dalam kontrak kerja sama antara vendor dan pemerintah desa.
Kontrak pengadaan itu berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 22 Januari hingga 22 April 2026.
Namun, hingga masa kontrak berakhir, hanya lima unit ambulans yang tiba di Malili. Itu pun kendaraan tersebut kini hanya terparkir di halaman rumah Erwin di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.
Baca Juga: Pembangunan Islamic Center Mandeg, Mahasiswa Luwu Timur Tagih Janji Bupati Irwan Bachri
Artinya, masih ada 19 unit ambulans lain yang belum diketahui keberadaannya.
Situasi itu membuat para kepala desa mulai gelisah. Terlebih sejak Maret 2026, Erwin disebut sulit dihubungi.
Belakangan terungkap, kendaraan jenis Daihatsu Luxio yang dipesan melalui dealer TMS Daihatsu Serpong sebenarnya sudah siap sejak Februari 2026.
Namun, proses pengiriman disebut terkendala karena pembayaran belum diselesaikan pihak vendor.
Merasa dirugikan dan tak mendapat kepastian, sejumlah kepala desa akhirnya melaporkan persoalan tersebut ke Polda Sulsel.
Beberapa pihak kini juga telah dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh penyidik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
Hubungkan Investor Global dan Ekosistem Bisnis Indonesia, BRI Optimalkan One BRI Solution
-
BNPB: 60 Hektare Hutan Terbakar di Palolo Sigi
-
Dubes Rusia Sambangi Tambang Emas Palu, Ada Apa?
-
Makassar Cuma Berawan, Deretan Kota Ini Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir
-
Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: 69 Persen Masyarakat Sulit Dapat Kerja