Muhammad Yunus
Kamis, 21 Mei 2026 | 14:08 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tak mau mengumbar soal pembentukan Badan Ekspor. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Baca 10 detik
  • DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menunda pelaksanaan Musda XI hingga setelah Idul Adha.
  • Penundaan Musda terjadi akibat agenda ibadah haji Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ke Tanah Suci.
  • DPP Partai Golkar masih melakukan negosiasi politik untuk menyelaraskan kepentingan kandidat ketua dengan aspirasi kader di daerah.

SuaraSulsel.id - Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali mengalami penundaan.

Agenda yang sebelumnya diproyeksikan digelar bulan ini dipastikan molor hingga setelah Idul Adha 2026.

Penundaan itu disebut berkaitan dengan agenda ibadah haji Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji.

Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Arief Rosid Hasan mengatakan keputusan penundaan diambil setelah adanya komunikasi dan konsolidasi internal dengan DPP Partai Golkar.

"InsyaAllah Musda akan digelar setelah Idul Adha," ujar Arief.

Ia menjelaskan Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said telah melaporkan hasil konsolidasi terakhir kepada DPP. Dari komunikasi tersebut disepakati Musda akan digelar setelah kepulangan Bahlil dan Sarmuji dari Tanah Suci.

"Ketum Bahlil dan Sekjen Sarmuji akan berangkat haji tahun ini. Semoga menjadi haji mabrur," katanya.

Meski alasan resmi penundaan berkaitan dengan agenda ibadah haji pimpinan partai, dinamika politik internal Golkar Sulsel disebut masih menjadi faktor penting di balik molornya pelaksanaan Musda.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Ali Armunantobmenilai penundaan berulang ini mengindikasikan masih adanya proses negosiasi politik antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan kekuatan politik di tingkat daerah.

Baca Juga: Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel

Menurutnya, hingga kini DPP masih berupaya menyelaraskan kepentingan kandidat yang diinginkan pusat dengan arus dukungan yang berkembang di tingkat DPD II.

"Ada upaya dari DPP untuk bernegosiasi untuk meloloskan kepentingan DPP Golkar terhadap kandidat yang akan bertarung," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Ali menilai secara internal sebenarnya Golkar Sulsel tidak memiliki hambatan besar untuk segera menggelar Musda. Sejumlah figur yang digadang-gadang maju disebut telah siap bertarung merebut kursi ketua DPD I.

Namun, kuatnya pengaruh DPP dalam mekanisme partai membuat proses kompromi politik masih berlangsung.

"Yang membuat jadwal Musda ini tertunda karena masih ada agenda politik dan kompromi. Bisa saja ada kandidat yang diinginkan DPP belum sepenuhnya sejalan dengan aspirasi pemilih di bawah, sehingga masih membutuhkan proses komunikasi," katanya.

Ia mengingatkan penundaan yang terlalu lama berpotensi mengganggu soliditas internal partai di Sulawesi Selatan. Terlebih, Golkar selama ini dikenal sebagai salah satu partai dengan basis politik kuat di daerah tersebut.

Load More