- Presiden Prabowo menyatakan masyarakat desa tidak terdampak pelemahan rupiah karena tidak melakukan transaksi langsung menggunakan mata uang dolar.
- Depresiasi rupiah ke level Rp17.600 memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang menurunkan daya beli masyarakat di pasar tradisional.
- Pakar ekonomi menegaskan pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga pupuk dan pangan bagi warga desa melalui mekanisme pasar.
SuaraSulsel.id - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah karena "nggak pakai dolar" menuai sorotan tajam di tengah realitas ekonomi yang kian menghimpit.
Saat kurs rupiah menembus level psikologis Rp17.600 per dolar AS, dampak depresiasi mata uang justru dirasakan paling cepat di dapur-dapur rakyat, bukan di lantai bursa saham.
Di pasar tradisional dan rumah tangga sederhana, fluktuasi dolar diterjemahkan langsung menjadi kenaikan harga kebutuhan pokok yang mencekik, mulai dari cabai yang kian pedas harganya, minyak goreng yang makin mahal, hingga uang belanja mingguan yang cepat ludes sebelum akhir pekan.
"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar. Yang pusing yang itu, yang suka keluar negeri," ujar Prabowo saat peluncuran Koperasi di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Jeritan dari Dapur dan Pasar Tradisional
Kalimat sederhana itu terdengar kontras dengan keluhan di akar rumput. Nur (52), pedagang di Pasar Terong Makassar, merasakan lesunya daya beli sejak Lebaran seiring merangkaknya harga kebutuhan pokok akibat kenaikan biaya angkut.
"Semenjak Lebaran memang sudah turun sekali pembeli. Harga memang sedikit naik karena biaya angkutnya juga naik," ungkapnya, Senin (18/5/2026).
Ia bahkan terpaksa memberikan sayuran yang cepat busuk secara cuma-cuma kepada peternak karena tak laku terjual.
Kisah serupa dialami Sry Ratna (33), warga Galesong, Kabupaten Takalar. Pengeluaran rumah tangganya membengkak drastis. Uang Rp250 ribu yang dulu cukup untuk sepekan, kini habis dalam hitungan hari.
Baca Juga: Rp9 Triliun untuk Renovasi Rumah, Fahri Hamzah: Jangan Lagi BAB di Tempat Terbuka
"Semua naik apalagi yang dibutuhkan sehari-hari. Bawang, tomat, cabai, naik semua," keluhnya.
Bagi keluarga di desa, tak ada pilihan untuk mengurangi belanja karena yang dibeli adalah kebutuhan pokok untuk bertahan hidup.
Data lapangan mengonfirmasi kenaikan harga di berbagai komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga.
Di Makassar, minyak goreng premium 5 liter melonjak dari Rp105 ribu menjadi Rp116 ribu, gula pasir naik dari Rp17 ribu ke Rp19 ribu per kg, dan tepung terigu dari Rp9 ribu menjadi Rp11 ribu per kg. Kenaikan juga terjadi pada kemasan 2 liter minyak goreng dan daging ayam.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Sulsel, Rahayu Juita Ghalib, mengakui kenaikan harga, salah satunya dipicu oleh naiknya harga bahan dasar plastik dunia yang memengaruhi biaya kemasan produk. Meskipun stok diklaim aman, masalah utama bagi rakyat kecil adalah kemampuan daya beli yang terus tergerus.
Pakar Ekonomi: Pandangan Keliru di Era Modern
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ini Wajah Baru Ruas Jalan Pangkajene-Rappang yang Ramah Pejalan Kaki
-
Desain Ulang Jembatan Barombong, Konsep Kembar Berubah?
-
KKB Bakar Pesawat di Kabupaten Yahukimo, Pilot Dikabarkan Tewas
-
1.184 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang Mei
-
Remaja di Makassar Rekayasa Penculikan Sendiri, Kirim Voice Note Menangis Minta Tebusan Rp5 Juta