- Aliansi Mahasiswa Luwu Timur mendemo dua isu utama: transparansi AMDAL PT IHIP dan audit dana Islamic Center Malili.
- Aksi demonstrasi di Jalan Trans Sulawesi sempat melumpuhkan lalu lintas selama tiga jam sejak pukul 09.00 WITA.
- Mahasiswa menagih Bupati Irwan Bachri mengenai progres pembangunan dan realisasi anggaran Islamic Center yang tertunda.
SuaraSulsel.id - Sebuah gelombang protes keras mewarnai Kabupaten Luwu Timur hari ini, ketika Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Luwu Timur (AMPLi) menggelar demonstrasi di sejumlah titik strategis.
Aksi ini menyoroti dua isu utama yang menjadi sorotan publik transparansi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) milik PT IHIP serta audit anggaran pembangunan Islamic Center Malili.
Aksi yang berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di simpang tiga poros Trans menuju pelabuhan PT Vale jalur Balantang, sempat menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total selama kurang lebih tiga jam.
Massa memblokir badan jalan sejak pukul 09.00 WITA hingga sekitar pukul 12.00 WITA sambil melakukan orasi secara bergantian.
Dalam orasinya, massa AMPLi dengan lantang menuntut agar dokumen AMDAL PT IHIP dibuka kepada publik. Dokumen ini dinilai sangat krusial karena menyangkut dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas industri yang beroperasi di wilayah tersebut.
Koordinator Lapangan AMPLi, Yolan Johan, menegaskan urgensi keterbukaan ini.
"Keterbukaan dokumen AMDAL penting agar masyarakat mengetahui potensi dampak lingkungan, rencana pengelolaan lingkungan, serta langkah mitigasi yang akan dilakukan oleh perusahaan," ujarnya kepada wartawan.
Tuntutan ini semakin relevan mengingat PT IHIP diketahui bekerja sama dengan pemerintah daerah dan menggunakan lahan milik pemerintah, sehingga transparansi menjadi harga mati.
Selain aksi di jalan Trans Sulawesi, massa AMPLi juga memusatkan perhatian di depan Islamic Center Malili. Mereka menyoroti penundaan pembangunan proyek strategis ini serta transparansi penggunaan anggarannya.
Baca Juga: Harga Nikel Tertekan, PT Vale Klaim Operasional Tetap Stabil
Tuntutan massa terkait alokasi anggaran lanjutan pembangunan Islamic Center tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp25–26 miliar dari total proyek multi-years sekitar Rp65 miliar, menjadi poin krusial.
Massa mempertanyakan realisasi penggunaan anggaran tersebut karena hingga Maret 2026, pembangunan fisik lanjutan dinilai belum menunjukkan progres signifikan.
"Rp26 miliar itu uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Kami ingin ada kejelasan terkait penggunaan anggaran dan kelanjutan pembangunan,” tegas Yolan Johan dalam orasinya.
Massa juga menyoroti pernyataan Bupati Irwan Bachri Syam yang sebelumnya menyinggung adanya persoalan kualitas pekerjaan seperti desain atap, kondisi lantai, dan beberapa item pekerjaan yang perlu diperbaiki.
Namun, AMPLi menilai proses perbaikan dan perencanaan ulang berjalan lambat sehingga pembangunan lanjutan belum menunjukkan perkembangan berarti.
Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah daerah untuk mengabulan:
Tag
Berita Terkait
-
Harga Nikel Tertekan, PT Vale Klaim Operasional Tetap Stabil
-
Petani Laoli Luwu Timur Terancam Digusur untuk Kawasan Industri, LBH Laporkan Pemkab ke Komnas HAM
-
Proyek Miliaran di Luwu Timur Diduga Tak Pernah Dibahas DPRD
-
Miris! Pohon Durian Musangking Hanya Dihargai Rp143 Ribu di Sengketa Lahan Luwu Timur
-
Polemik Lahan IHIP di Luwu Timur, DPRD Sulsel Soroti Ganti Rugi Warga
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Warga Evakuasi Korban dari Kolong Truk di Makassar: Balita Tewas, Tiga Luka-Luka
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan