- Remaja Betrand Eka Prasetyo (18) tewas pada Minggu, 1 Maret 2026, diduga ditembak Iptu N di Makassar.
- Korban diduga ditembak saat polisi menertibkan kegiatan bermain senjata mainan jenis "omega" oleh remaja.
- Polda Sulawesi Selatan sedang menyelidiki kasus ini, sementara LBH Makassar mendampingi keluarga korban mencari kepastian hukum.
SuaraSulsel.id - Suasana duka menyelimuti keluarga Betrand Eka Prasetyo Radiman (18), remaja asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang meninggal dunia pada Minggu pagi, 1 Maret 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.20 Wita di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang itu kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
Betrand diduga terkena tembakan yang dilepaskan oleh seorang perwira polisi berinisial Iptu N, yang bertugas di wilayah hukum Polsek Panakkukang, jajaran Polrestabes Makassar.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sedang berlangsung di Polda Sulawesi Selatan.
Ayah korban, Yaya (54) mengaku tidak berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Ia sedang berada di wilayah Balang Boddong ketika menerima pesan dari adiknya yang menyampaikan bahwa banyak polisi mencari dirinya di kawasan Jalan Veteran.
"Saya di-chat katanya pulang ko ke rumah, banyak polisi yang cari di Veteran. Dia juga tidak tanya ke saya kenapa," tutur Yaya, Selasa, 3 Maret 2026.
Tak lama berselang, ia kembali mendapat kabar agar segera menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Setibanya di sana, Yaya mendapati putranya telah meninggal dunia.
Baca Juga: Drama 6 Gol! Persita Bungkam PSM Makassar, Skor 4-2 Penuh Kejutan
"Saya ke sana (Bhayangkara). Sampai di sana, dia sudah jadi mayat. Itu saja yang saya tahu," ucapnya lirih.
Dari informasi yang ia dengar setelah berada di rumah sakit, korban sempat dibawa terlebih dahulu ke RS Grestelina sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara.
Namun, Yaya mengaku belum mengetahui secara pasti detail kronologi kejadian. Termasuk jarak tembakan maupun bagian tubuh yang terkena.
"Katanya polisinya itu tidak sengaja menembak menurut mereka. Tapi saya belum dapat informasi itu ditembak dari dekat atau jauh. Saya tidak tahu ditembak bagian mana. Saya sampai di sana saja, saya tidak tega lihat," tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut bermula saat korban diduga sedang bermain menggunakan senjata mainan jenis "omega" bersama teman-temannya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring
-
Keluarga Korban Geng Motor di Makassar Murka, Sebut Pernyataan Polrestabes 'Piti Kana-kanai'
-
Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas