Muhammad Yunus
Senin, 02 Maret 2026 | 11:21 WIB
Sejumlah remaja di kota Makassar melawan arus lalu lintas melakukan aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, akan menindak tegas remaja yang bermain tembak-tembakan senjata mainan di jalan raya karena keresahan warga.
  • Polisi sebelumnya telah melakukan pembinaan persuasif, namun aksi permainan berbahaya tersebut masih terus berlanjut di ruang publik.
  • Tindakan tegas penegakan hukum akan dilakukan jika permainan ini menimbulkan kecelakaan, korban luka, atau potensi konflik kelompok.

SuaraSulsel.id - Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana menegaskan akan menindak tegas masyarakat, khususnya remaja, yang melakukan aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di jalan raya maupun di kompleks perumahan.

Penegasan itu disampaikan menyusul banyaknya keluhan warga terkait aktivitas tersebut yang dinilai meresahkan dan membahayakan keselamatan.

Arya mengungkapkan dalam beberapa pekan terakhir pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat, terutama pengendara yang merasa terganggu oleh aksi perang-perangan di jalan umum.

Selain menembakkan peluru plastik, sebagian remaja juga disebut melakukan balap-balapan di sela aktivitas tersebut.

"Iya, memang sudah banyak komplain dari masyarakat terkait permainan remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan senapan mainan untuk perang-perangan di jalan. Ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat, terutama pengguna jalan," ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.

Menurut Arya, polisi sebenarnya telah mengambil langkah preventif dengan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat. Namun sejauh ini, tindakan yang diberikan masih berupa pembinaan dan teguran agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

"Kita sudah beberapa kali membubarkan dan memberikan pembinaan. Kita jelaskan bahwa meskipun itu senjata mainan, tetap berbahaya kalau digunakan sembarangan," katanya.

Namun, langkah persuasif tersebut dinilai belum memberikan efek jera. Aksi serupa masih terus terjadi di sejumlah titik, bahkan semakin berani dilakukan di ruang publik yang ramai.

Arya menegaskan ke depan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan lebih tegas apabila masih ditemukan pelanggaran. Ia mengingatkan bahwa penggunaan senjata mainan di ruang terbuka, apalagi di jalan raya, berpotensi menimbulkan dampak serius.

Baca Juga: Cap Go Meh dan Ramadan di Makassar Jadi Simbol Toleransi

"Kalau kena mata bisa menyebabkan kebutaan. Kalau mengenai pengendara motor lalu hilang keseimbangan dan jatuh, itu bisa berujung kecelakaan lalu lintas. Bisa luka berat bahkan meninggal dunia," tegasnya.

Ia menambahkan tindakan yang awalnya dianggap sekadar permainan dapat berubah menjadi persoalan pidana apabila menimbulkan korban. Selain itu, aksi tersebut juga berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja apabila terjadi ketersinggungan.

"Yang tadinya tidak ada pidana, justru bisa menjadi pidana. Bahkan bisa menimbulkan perang kelompok," ujarnya.

Karena itu, Arya mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Ia juga meminta para remaja agar tidak melakukan perang-perangan menggunakan senjata mainan, terutama di jalan umum.

"Saya menghimbau untuk menghindari dan tidak melakukan perang-perangan dengan senjata mainan ini di jalan umum yang mengganggu masyarakat," katanya.

Fenomena remaja bermain tembak-tembakan hingga ke badan jalan memang belakangan ramai di media sosial.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kelompok remaja menembakkan peluru plastik ke arah sesama teman, bahkan nekat melawan arus lalu lintas.

Tak hanya itu, sebagian dari mereka juga terlihat melakukan balap-balapan di sela permainan tersebut. Aksi ini dinilai membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Bahkan, sebuah video lain memperlihatkan ratusan orang berbondong-bondong mendatangi salah satu toko mainan di Makassar.  Untuk membeli senjata mainan jenis tertentu yang disebut-sebut sedang tren.

Mereka terlihat berebut hingga membuat suasana toko menjadi ricuh.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat yang berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas sebelum jatuh korban.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran bahwa permainan tersebut bukan lagi sekadar hiburan.

Melainkan sudah mengarah pada tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Menanggapi hal itu, Polrestabes Makassar memastikan patroli rutin terus dilakukan untuk membubarkan kelompok remaja yang kedapatan melakukan perang-perangan di jalan.

Polisi juga akan meningkatkan pengawasan di titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul.

Arya menegaskan, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas, namun penegakan hukum akan ditempuh jika diperlukan.

Ia berharap kesadaran bersama dapat mencegah terjadinya insiden yang lebih serius.

"Kami ingin semua pihak memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai hanya karena permainan, justru menimbulkan korban," tegasnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More