- Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, akan menindak tegas remaja yang bermain tembak-tembakan senjata mainan di jalan raya karena keresahan warga.
- Polisi sebelumnya telah melakukan pembinaan persuasif, namun aksi permainan berbahaya tersebut masih terus berlanjut di ruang publik.
- Tindakan tegas penegakan hukum akan dilakukan jika permainan ini menimbulkan kecelakaan, korban luka, atau potensi konflik kelompok.
SuaraSulsel.id - Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana menegaskan akan menindak tegas masyarakat, khususnya remaja, yang melakukan aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di jalan raya maupun di kompleks perumahan.
Penegasan itu disampaikan menyusul banyaknya keluhan warga terkait aktivitas tersebut yang dinilai meresahkan dan membahayakan keselamatan.
Arya mengungkapkan dalam beberapa pekan terakhir pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat, terutama pengendara yang merasa terganggu oleh aksi perang-perangan di jalan umum.
Selain menembakkan peluru plastik, sebagian remaja juga disebut melakukan balap-balapan di sela aktivitas tersebut.
"Iya, memang sudah banyak komplain dari masyarakat terkait permainan remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan senapan mainan untuk perang-perangan di jalan. Ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat, terutama pengguna jalan," ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Arya, polisi sebenarnya telah mengambil langkah preventif dengan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat. Namun sejauh ini, tindakan yang diberikan masih berupa pembinaan dan teguran agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
"Kita sudah beberapa kali membubarkan dan memberikan pembinaan. Kita jelaskan bahwa meskipun itu senjata mainan, tetap berbahaya kalau digunakan sembarangan," katanya.
Namun, langkah persuasif tersebut dinilai belum memberikan efek jera. Aksi serupa masih terus terjadi di sejumlah titik, bahkan semakin berani dilakukan di ruang publik yang ramai.
Arya menegaskan ke depan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan lebih tegas apabila masih ditemukan pelanggaran. Ia mengingatkan bahwa penggunaan senjata mainan di ruang terbuka, apalagi di jalan raya, berpotensi menimbulkan dampak serius.
Baca Juga: Cap Go Meh dan Ramadan di Makassar Jadi Simbol Toleransi
"Kalau kena mata bisa menyebabkan kebutaan. Kalau mengenai pengendara motor lalu hilang keseimbangan dan jatuh, itu bisa berujung kecelakaan lalu lintas. Bisa luka berat bahkan meninggal dunia," tegasnya.
Ia menambahkan tindakan yang awalnya dianggap sekadar permainan dapat berubah menjadi persoalan pidana apabila menimbulkan korban. Selain itu, aksi tersebut juga berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja apabila terjadi ketersinggungan.
"Yang tadinya tidak ada pidana, justru bisa menjadi pidana. Bahkan bisa menimbulkan perang kelompok," ujarnya.
Karena itu, Arya mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Ia juga meminta para remaja agar tidak melakukan perang-perangan menggunakan senjata mainan, terutama di jalan umum.
"Saya menghimbau untuk menghindari dan tidak melakukan perang-perangan dengan senjata mainan ini di jalan umum yang mengganggu masyarakat," katanya.
Fenomena remaja bermain tembak-tembakan hingga ke badan jalan memang belakangan ramai di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan