- KUHP dan KUHAP baru berlaku sejak awal 2026, ditandai penanganan kasus pembunuhan berencana di Makassar.
- Kasus pembunuhan kakak kandung pada 2 Januari 2026 menggunakan ketentuan KUHP baru Nomor 1 Tahun 2023.
- Penerapan aturan baru mendapat kritik publik mengenai pasal penghinaan terhadap pejabat negara dan lembaga.
SuaraSulsel.id - Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) resmi berlaku mulai awal 2026.
Pemberlakuan aturan baru ini mulai diterapkan dalam penanganan perkara pidana di sejumlah daerah, termasuk di Kota Makassar.
Salah satu kasus yang menjadi penanda awal penerapan KUHP dan KUHAP baru di Makassar adalah perkara pembunuhan berencana yang dilakukan seorang pria terhadap kakak kandungnya sendiri.
Kasus tersebut dipicu konflik berkepanjangan terkait upah pekerjaan yang tak kunjung dilunasi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan peristiwa itu terjadi pada 2 Januari 2026, tepat setelah KUHP dan KUHAP baru resmi diberlakukan.
Karena itu penyidik menjerat pelaku menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Kasus ini menjadi salah satu perkara pertama yang kami tangani dengan menerapkan KUHP dan KUHAP yang baru," kata Arya, Selasa, 6 Januari 2026.
Arya menjelaskan konflik antara pelaku dan korban bermula dari kesepakatan pekerjaan memindahkan sejumlah anjing liar.
Dari pekerjaan tersebut korban berjanji memberikan imbalan berupa uang.
Baca Juga: Lahan Digugat, Pemprov Sulsel Tetap Lanjut Bangun Stadion Sudiang Rp637 Miliar
Namun, pembayaran yang diterima pelaku hanya sebagian, sementara sisa upah terus tertunda.
"Pelaku sudah beberapa kali menagih sisa pembayaran, tetapi korban selalu menunda. Dari situ muncul rasa tidak puas yang kemudian memicu emosi," ujarnya.
Didorong rasa kesal dan kekecewaan, pelaku kemudian mendatangi korban. Pertemuan itu berujung pada aksi kekerasan.
Pelaku menikam korban sebanyak dua kali. Masing-masing mengenai bagian tangan dan pinggang.
Akibat luka tusukan tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan subsider Pasal 458 ayat (1) KUHP dan subsider Pasal 466 ayat (3) KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
[CEK FAKTA] Benarkah Dukcapil Makasar Melakukan Aktivasi IKD Via Telepon?
-
Disnakertrans Sulsel Perluas Edukasi K3 Hingga Sektor UMKM
-
Kasus Kekerasan Seksual Pekerja Makassar Diusut Tuntas di Bawah UU TPKS
-
Pelantikan PPPK Pupus! Siapa Hapus Data 480 Guru Honorer Kabupaten Gowa?
-
PSI Siap Sambut Kehadiran Rusdi Masse di Rakernas Makassar