- Peringatan Bulan K3 Sulawesi Selatan 2026 akan melibatkan ratusan UMKM untuk menyebarkan pemahaman K3 melampaui industri besar.
- Acara berlangsung satu bulan penuh, 12 Januari hingga 12 Februari 2026, meliputi berbagai kegiatan termasuk festival UMKM.
- Pemprov Sulsel mewajibkan pemasangan spanduk K3 serta mendorong perusahaan menyediakan ruang terbuka hijau untuk penanaman pohon.
SuaraSulsel.id - Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Sulawesi Selatan pada 2026 bakal berlangsung lebih meriah dan inklusif.
Untuk pertama kalinya, ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan dilibatkan secara aktif dalam rangkaian kegiatan Bulan K3 yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Pemprov Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan pelibatan UMKM menjadi langkah strategis.
Untuk memperluas pemahaman publik bahwa isu keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya berkaitan dengan pabrik atau industri besar.
Selama ini K3 kerap dipersepsikan semata-mata sebagai urusan perusahaan berskala besar, padahal kecelakaan kerja juga banyak dialami pekerja di sektor informal dan usaha kecil.
"Selama ini persepsi publik K3 itu hanya untuk pabrik atau industri besar. Padahal banyak juga pekerja informal dan pelaku usaha kecil yang menjadi korban kecelakaan kerja," kata Jayadi, Jumat, 9 Januari 2026.
Karena itu, kata Jayadi, pemahaman dan budaya K3 perlu ditanamkan sejak level paling dasar, yakni pada usaha-usaha kecil dan mikro.
Menurutnya, keselamatan kerja tidak bisa hanya menjadi kewajiban perusahaan besar, tetapi harus menjadi kesadaran bersama di seluruh sektor usaha.
"Keselamatan dan kesehatan kerja kita mulai dari usaha-usaha kecil, dari pribadi yang bersangkutan, usaha mikro, hingga usaha besar. Jangan hanya melihat yang besar saja," ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Umumkan Tender Preservasi Jalan Rp278,6 Miliar
Peringatan Bulan K3 di Sulsel tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026.
Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan agenda tahunan tersebut. Mulai dari kegiatan Anti Mager, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran UMKM, seminar nasional, hingga upacara puncak Bulan K3 yang rencananya akan digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel pada 12 Februari mendatang.
Jayadi mengungkapkan, hingga saat ini tercatat sebanyak 120 pelaku UMKM telah mendaftar untuk terlibat dalam kegiatan Anti Mager. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga akan dikemas sebagai festival UMKM.
"Sudah ada 120 UMKM yang mendaftar untuk pelaksanaan Anti Mager," kata Jayadi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Anti Mager direncanakan akan berpusat di Jalan Jenderal Sudirman hingga Lapangan Sultan Hasanuddin, Makassar.
Di lokasi tersebut, para pelaku UMKM akan diberi ruang untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan olahraga dan rangkaian acara Bulan K3.
Jayadi menyebut, pelibatan UMKM dalam Bulan K3 ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Bahkan, kebijakan ini menjadi yang pertama kali diterapkan sejak peringatan Bulan K3 digelar di Sulsel.
"Pelibatan UMKM ini baru pertama kali dilakukan. Dan alhamdulillah, ide ini direspon sangat baik oleh Pak Gubernur," ujarnya.
Ia menjelaskan, gagasan melibatkan UMKM lahir dari hasil kesepakatan antara Disnakertrans Sulsel dan unsur perusahaan. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam penerapan K3, tidak hanya di perusahaan besar, tetapi juga di sektor UMKM.
Selain pameran dan festival UMKM, Disnakertrans Sulsel juga akan mendorong upaya-upaya konkret untuk meningkatkan kesadaran K3 di lingkungan kerja.
Salah satunya, setiap pemilik usaha akan diwajibkan memasang spanduk Bulan K3 di tempat usahanya sebagai bentuk kepedulian sekaligus sarana edukasi kepada pekerja dan masyarakat.
"Nanti setiap pemilik usaha wajib memasang spanduk Bulan K3. Itu bentuk kepedulian dan juga menyebarkan informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja," kata Jayadi.
Tak hanya itu, Jayadi juga menyebutkan adanya kebijakan yang mendorong perusahaan untuk menyediakan ruang terbuka hijau di lingkungan kerja.
Setiap perusahaan diwajibkan memiliki area yang cukup untuk pembibitan dan penanaman pohon, sesuai arahan Gubernur Sulsel.
"Pak Gubernur mewajibkan setiap perusahaan punya wilayah atau ruang yang agak luas untuk pembibitan dan penanaman pohon," jelasnya.
Melalui rangkaian Bulan K3 2026 ini, Jayadi berharap kesadaran tentang keselamatan dan kesehatan kerja dapat tumbuh secara perlahan namun berkelanjutan, terutama di kalangan pelaku UMKM dan pekerja informal.
"Mulai dari usaha kecil, usaha mikro, sampai usaha besar kita ingin semua sadar bahwa K3 itu penting. Kalau sudah paham dari kecil, maka ke depan budaya K3 akan terbentuk dengan sendirinya," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Viral, Pelesetkan Ayat Al-Qur'an Saat Live Facebook, Dua IRT di Bulukumba Diciduk Polisi
-
5,3 Juta Orang Diprediksi Masuk Sulsel, Tujuh Masjid Disiapkan Tampung Pemudik
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?