Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer

Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Muhammad Yunus
Kamis, 05 November 2026 | 11:47 WIB
Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer
Pedagang di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, menawarkan harga cabai rawit Rp55ribu per 1/2 kg [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengimbau warga membekukan cabai rawit untuk mengantisipasi lonjakan harga Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
  • Kepala Biro Perekonomian Reza Dotulung menyatakan pasokan cabai di Manado bergantung pada distribusi dari Surabaya dan Makassar.
  • Pemerintah daerah berharap langkah penyimpanan cabai beku ini dapat membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan secara bertahap.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mengimbau masyarakat mulai menyiapkan persediaan cabai rawit dengan cara menyimpannya dalam kondisi beku.

Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut, Reza Dotulung, mengatakan imbauan tersebut disampaikan untuk membantu masyarakat menghadapi potensi lonjakan harga cabai rawit seiring meningkatnya permintaan pada momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN).

"Imbauan ini disampaikan untuk membantu masyarakat mengantisipasi potensi kenaikan harga cabai rawit akibat meningkatnya permintaan pada momentum hari besar keagamaan nasional," kata Reza di Manado, Rabu (4/11).

Baca Juga:Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Menurut dia, pasokan cabai rawit di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya saat ini sebagian besar berasal dari Surabaya dan Makassar.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan dan harga cabai di pasaran turut bergantung pada kelancaran distribusi dari kedua daerah pemasok.

Reza menyebut harga cabai rawit asal Makassar saat ini mencapai Rp80 ribu per kilogram, sedangkan cabai dari Surabaya dijual sekitar Rp110 ribu per kilogram.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan adanya variasi harga berdasarkan daerah asal pasokan yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di Sulawesi Utara.

Menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru, masyarakat juga diminta tidak sepenuhnya bergantung pada pembelian cabai segar saat harga mulai meningkat.

Baca Juga:Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

"Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah membeli cabai secukupnya untuk kemudian disimpan dalam freezer atau lemari pendingin, sehingga bisa digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan rumah tangga," ujarnya.

Penyimpanan cabai dalam kondisi beku dinilai dapat menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi fluktuasi harga.

Dengan menyiapkan persediaan lebih awal, masyarakat diharapkan tidak terlalu terbebani apabila terjadi kenaikan harga saat permintaan meningkat.

Di sisi lain, Pemprov Sulut terus memantau perkembangan pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan strategis.

Kelancaran distribusi dari daerah pemasok menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat.

Pemprov Sulut juga mengingatkan warga agar mengatur belanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini