Kenaikan LPG Menjalar ke Harga Makanan, UMKM di Sulsel Tertekan

Keputusan yang selama ini ia anggap tepat kini membawa konsekuensi baru

Muhammad Yunus
Selasa, 21 April 2026 | 13:48 WIB
Kenaikan LPG Menjalar ke Harga Makanan, UMKM di Sulsel Tertekan
Petugas memeriksa tabung Bright gas yang akan disalurkan ke pangkalan. Pemerintah resmi menaikkan tarif gas LPG non subsidi di seluruh Indonesia sejak 18 April 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina menaikkan harga LPG nonsubsidi 12 kilogram di Sulawesi Selatan mulai 18 April 2026 hingga Rp250.000 per tabung.
  • Pelaku usaha kecil di Makassar terpaksa menaikkan harga jual produk karena beban operasional meningkat akibat kenaikan harga gas tersebut.
  • Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran pelaku usaha terhadap penurunan daya beli konsumen serta potensi peralihan penggunaan ke gas subsidi.

SuaraSulsel.id - Di Makassar, Marsya (43) kembali menimbang biaya usahanya. Bukan karena dagangan ayam gorengnya sepi, tetapi karena harga gas yang berubah.

Kabar kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kilogram yang ia baca sejak Minggu 19 April 2026 petang membuatnya tertegun.

Selama hampir 8 tahun terakhir, ia memilih beralih dari LPG 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. Selain karena usahanya yang mulai stabil, ia juga merasa jenis gas tersebut lebih irit dan aman digunakan.

"Sebenarnya bukan cuma karena keuangan yang mulai bagus, tapi irit dan aman ya. Gas 12 kilo jarang kita dengar meledak dibanding yang 3 kilo," ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Baca Juga:Wagub Sulsel Dorong Perempuan Parepare Jadi Motor UMKM dan Ketahanan Keluarga

Namun, keputusan yang selama ini ia anggap tepat kini membawa konsekuensi baru.

Seiring kebijakan penyesuaian harga oleh PT Pertamina (Persero) per 18 April 2026, harga LPG nonsubsidi mengalami kenaikan di berbagai daerah termasuk Sulawesi Selatan.

Di wilayah ini, harga isi ulang LPG 12 kilogram kini berada di kisaran Rp228.000 hingga Rp250.000 per tabung di tingkat agen.

Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan radius hingga 60 kilometer dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan dapat bertambah untuk daerah yang lebih jauh karena biaya distribusi.

Bagi Marsya, kenaikan ini terasa langsung. Selama ini ia membeli gas seharga sekitar Rp235.000 per tabung.

Baca Juga:Mengapa Harga Plastik Tiba-Tiba Meroket? Simak Dampaknya ke UMKM Kuliner

Dengan penyesuaian terbaru, ia memperkirakan harga bisa menembus Rp260 ribu-an atau lebih.

"Ini jelas membebani. Mau tidak mau kami harus menyesuaikan dengan harga makanan," katanya.

Penyesuaian itu tidak bisa dihindari. Ia mulai menaikkan harga jual ayam gorengnya sebesar Rp2.000 per porsi.

Kenaikan tersebut bukan hanya untuk menutup biaya gas, tetapi juga karena harga kemasan yang sudah lebih dulu meningkat.

"Kalau plastik itu sudah naik memang bulan lalu. Jadi ini kombinasi semua dari kebijakan pemerintah sejak Maret," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku khawatir terhadap respons konsumen. Kenaikan harga sekecil apa pun tetap membutuhkan proses adaptasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini