Mengapa Harga Plastik Tiba-Tiba Meroket? Simak Dampaknya ke UMKM Kuliner

Harga plastik yang menjadi bagian penting dari usahanya tiba-tiba melonjak

Muhammad Yunus
Selasa, 07 April 2026 | 16:57 WIB
Mengapa Harga Plastik Tiba-Tiba Meroket? Simak Dampaknya ke UMKM Kuliner
Pedagang kecil di kota Makassar, Sulawesi Selatan mengeluhkan harga plastik yang naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Harga plastik dan bahan baku meningkat sejak akhir Maret 2026 akibat gejolak geopolitik serta mahalnya biaya produksi global.
  • Pedagang kecil di Sulawesi Selatan terpaksa mengurangi penggunaan plastik dan menaikkan harga jual demi menutupi biaya operasional.
  • Dampak kenaikan harga plastik menekan keuntungan UMKM kuliner serta berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi daerah secara keseluruhan.

SuaraSulsel.id - Menjelang sore, Anwar masih sibuk melayani pembeli di lapaknya. Di atas meja sederhana, aneka kue dan puding tersusun rapi, sebagian sudah dikemas dalam plastik bening.

Dari luar, tak ada yang tampak berbeda. Namun, di balik itu, ada perhitungan baru yang harus ia lakukan setiap hari.

Sepekan terakhir, harga plastik yang menjadi bagian penting dari usahanya tiba-tiba melonjak.

"Biasanya saya beli Rp22 ribu per lusin, sekarang sudah Rp26 ribu," kata Anwar.

Baca Juga:Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun

Kenaikan itu mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun bagi pedagang seperti Anwar, yang setiap hari bergantung pada kemasan plastik untuk menjual dagangannya, selisih itu berarti banyak.

Tak hanya plastik utama untuk membungkus kue, kantong kresek yang biasa ia berikan kepada pembeli juga ikut naik. Sekitar Rp1.000 lebih mahal dari harga sebelumnya.

Dalam kondisi seperti itu, Anwar tak punya banyak pilihan selain berhemat.

"Sekarang kalau ada yang beli di bawah tiga bungkus, saya tidak kasih kantong. Kita harus irit," ujarnya.

Ia menyadari kebijakan itu mungkin membuat sebagian pembeli merasa kurang nyaman.

Baca Juga:Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia

Namun, menaikkan harga jual bukanlah pilihan yang lebih baik.

Pedagang kecil di kota Makassar, Sulawesi Selatan mengeluhkan harga plastik yang naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Pedagang kecil di kota Makassar, Sulawesi Selatan mengeluhkan harga plastik yang naik [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

"Kalau dinaikkan, tidak mungkin. Takut tidak laku. Apalagi kondisi sekarang," katanya.

Bagi Anwar, plastik bukan hanya sekadar pembungkus. Hampir semua jenis kue dan puding yang ia jual bergantung pada kemasan tersebut.

Artinya, ketika harga plastik naik, biaya produksi ikut terdorong, sementara harga jual harus tetap dijaga.

Dampaknya memang sederhana, tapi terasa. Keuntungan pun semakin menipis.

Hal serupa juga dirasakan oleh penjual lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini