- Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan resmi memulai seleksi penerimaan murid baru SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027 pada 4 Juni 2026.
- Pemerintah menerapkan skema radius zonasi hingga 10 kilometer dengan kuota 35 persen untuk mewujudkan sistem sekolah dekat rumah yang adil.
- Selain jalur domisili, tersedia jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dengan total daya tampung sebanyak 147.744 kursi bagi seluruh lulusan SMP.
SuaraSulsel.id - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Sulawesi Selatan tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai, Kamis, 4 Juni 2026.
Tahun ini, Dinas Pendidikan Sulsel menerapkan skema radius zonasi yang memberi prioritas lebih besar kepada calon siswa yang tinggal paling dekat dengan sekolah tujuan.
Melalui sistem tersebut, calon murid yang berdomisili dalam radius maksimal 3 kilometer dari sekolah akan mendapatkan kesempatan lebih dulu melalui jalur domisili Zona I.
Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan prinsip sekolah dekat rumah benar-benar berjalan.
Baca Juga:Pemprov Sulsel Hibahkan Mobil Operasional untuk Kemenhaj
Tim Teknis SPMB Sulsel, Muliayama Tanjung menjelaskan jalur domisili mendapat alokasi kuota sebesar 35 persen dari total daya tampung sekolah.
Kuota tersebut dibagi menjadi dua zona berdasarkan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah.
"Jalur domisili kuotanya 35 persen dan dibagi menjadi dua tahap atau dua zona," kata Muliayama.
Pada Zona I, siswa yang berdomisili dalam radius maksimal 3 kilometer dari sekolah akan memperebutkan kuota sebesar 15 persen. Jika kuota tersebut tidak terpenuhi, sisa kursi akan dialihkan ke Zona II.
Sementara itu, Zona II diperuntukkan bagi calon siswa yang tinggal dalam radius maksimal 10 kilometer dari sekolah dengan kuota sebesar 20 persen.
Baca Juga:Keluarga Cathlyn Terima Keputusan Panitia Seleksi Paskibraka, Bantah Ada Rasisme
Menurut Muliayama, skema ini dirancang agar siswa yang benar-benar tinggal di sekitar sekolah memperoleh prioritas lebih besar dibanding pendaftar yang lokasinya lebih jauh.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, mengatakan penerapan sistem radius menjadi strategi baru untuk mengurangi persaingan yang tidak seimbang dalam jalur domisili.
"Tujuannya supaya semangat sekolah dekat rumah benar-benar terwujud, bukan hanya slogan," ujar Iqbal.
Ia mencontohkan, siswa yang rumahnya berada sangat dekat dengan sekolah tidak lagi harus bersaing langsung dengan calon siswa yang tinggal jauh dari lokasi sekolah.
"Anak yang rumahnya dekat sekolah tidak langsung bersaing dengan yang rumahnya lebih jauh. Jadi sistem ini lebih adil," katanya.
Empat Jalur Penerimaan