Usai mengecek saldo korban, di sinilah pelaku beraksi karena ada kesempatan dengan cepat menukar ATM korban dengan kartu ATM lain.
Selanjutnya, bersama-sama keluar dari ATM, lalu mengajak korban naik ke mobil bersama supirnya untuk bersama-sama melihat toko ponsel, tapi korban tidak mengetahui alamatnya.
Para pelaku yang sudah berkomplot ini mengajak korban untuk melihat barang di Pelabuhan dengan tujuan mengecek ponsel yang akan dijual tersebut.
Karena korban mengenakan celana pendek, maka diminta diganti dengan celana panjang di apartemennya di Jalan Boulevard.
Baca Juga:Konvoi Ugal-ugalan di Makassar Terekam ETLE, Puluhan Pemuda Kena Tilang
Usai mengganti celananya, saat korban turun untuk menemui para pelaku yang menunggunya di ATM setempat, belakangan pelaku sudah tidak ada.
Namun korban masih menunggu pelaku di warung kopi terdekat. Beruntungnya, korban sudah mentransfer dananya Rp35 juta kepada anaknya melalui e-banking.
Tetapi beberapa saat kemudian, korban kaget ada pemberitahuan di ponsel saldonya telah berkurang Rp16.450.000 di mana mutasi rekening korban ditarik oleh pelaku dengan ditransfer ke rekening lainnya.
Korban baru tersadar saat mengecek di ATM, ternyata kartunya sudah ditukar pelaku.
Baca Juga:Arif Brata Cedera Karena Tendangan Kalajengking di Film Keluar Main 1994