Protes Kepala Desa di Sulawesi Selatan: Tolak Kebijakan Pj Gubernur Terkait Dana Desa untuk Budidaya Pisang

Sejumlah kepala desa di Sulawesi Selatan menolak kebijakan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin

Muhammad Yunus
Kamis, 12 Oktober 2023 | 15:10 WIB
Protes Kepala Desa di Sulawesi Selatan: Tolak Kebijakan Pj Gubernur Terkait Dana Desa untuk Budidaya Pisang
Bahtiar Baharuddin, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan menanam pisang di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 7 Oktober 2023 [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

"Di Juknis tidak ada untuk penanaman pisang. Mungkin bisa masuk di ketahanan pangan, tapi 40 persen terlalu besar," ujarnya.

Di Tana Toraja, misalnya. Besaran dana desa untuk 112 desa di Tana Toraja hanya sekitar Rp1 miliar. Jika 40 persen digelontorkan untuk pisang, maka program lain tidak akan jalan.

Pihaknya pun meminta usulan dari Pj Gubernur Sulsel tersebut untuk dikaji ulang.

"Perlu dikaji ulang. Terlalu besar," ujarnya.

Baca Juga:Wakil Menteri Desa PDTT Dukung Program Budidaya Pisang di Sulsel

Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel mengeluarkan surat edaran bernomor 412.2/11938/DPMP tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 di Sulawesi Selatan.

Pj Gubernur Sulsel membuat kebijakan program pemanfaatan lahan tidur sekitar 2 juta hektar dengan target 500.000 hektar untuk budidaya pisang.

Bahtiar mengaku akan memprioritaskan APBD untuk sektor pertanian, tahun depan. Salah satunya mengalokasikan Rp1 triliun untuk penanaman pohon pisang.

"APBD tahun depan saya prioritaskan untuk khususnya pisang," ujarnya.

Namun, penolakan dari sejumlah kepala desa muncul karena anggaran yang dialokasikan untuk program ini salah satunya dialokasikan dari anggaran desa sebesar 40 persen.

Baca Juga:Berawal Polisi Selidiki Kerugian Dana Desa, Mantan Kades di Samosir Kembalikan Rp 212 Juta ke Negara

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini