Kepala Daerah Dipilih DPRD? Parpol di Sulawesi Selatan Terbelah

Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah kembali mengemuka

Muhammad Yunus
Kamis, 08 Januari 2026 | 17:09 WIB
Kepala Daerah Dipilih DPRD? Parpol di Sulawesi Selatan Terbelah
Dokumentasi: Pimpinan sementara DPRD Sulsel menggelar paripurna penetapan calon pimpinan DPRD defenitif periode 2024-2029 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo bersama Partai Golkar memicu wacana pengembalian pemilihan kepala daerah dari sistem langsung ke pemilihan melalui DPRD.
  • Beberapa partai di Sulawesi Selatan seperti PKB dan PPP mendukung wacana tersebut untuk mengurangi tingginya biaya politik Pilkada langsung.
  • PDI Perjuangan Makassar menolak keras wacana itu, menilai sistem DPRD adalah kemunduran demokrasi yang membatasi hak partisipasi rakyat.

SuaraSulsel.id - Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah kembali mengemuka di panggung politik nasional.

Presiden Prabowo Subianto bersama Partai Golkar memantik diskursus lama. Ingin mengembalikan pemilihan kepala daerah dari sistem langsung ke mekanisme pemilihan melalui DPRD.

Isu tersebut mencuat ke ruang publik setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia secara terbuka mengusulkan agar Pilkada ke depan dilakukan melalui DPRD.

Usulan itu disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, pada Desember 2025 lalu.

Baca Juga:Profil Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid Dilaporkan Aniaya ASN

Pernyataan itu memantik beragam respons, termasuk dari daerah. Di Sulawesi Selatan, sikap partai politik terbelah antara yang mendukung efisiensi politik dan yang menilai wacana tersebut sebagai kemunduran demokrasi.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel, Azhar Arsyad menyatakan sikap setuju dengan sebagian wacana tersebut.

Menurutnya, pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi, khususnya gubernur dapat dipertimbangkan untuk dikembalikan ke DPRD.

"Jika posisi gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah sebenarnya tidak masalah jika dipilih oleh DPRD provinsi. Itu tetap demokratis karena DPRD adalah representasi rakyat," kata Azhar, Kamis, 8 Januari 2026.

Azhar menilai salah satu pertimbangan utama munculnya wacana ini adalah tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung.

Baca Juga:Ketua DPRD Soppeng Diduga Aniaya ASN Gara-gara Pegawai PPPK

Selain menguras anggaran negara dan kandidat, Pilkada langsung kerap meninggalkan gesekan sosial yang tajam di masyarakat.

"Biaya politiknya sudah tidak terkontrol. Beberapa kali Pilgub langsung justru meninggalkan tarikan keras di masyarakat. Itu yang perlu dievaluasi," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara.

Ia mengaku tidak keberatan jika pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD sebagai wakil rakyat.

Mengingat biaya politik di Indonesia salah satu yang paling mahal di dunia ini bisa menjadi solusi.

"Ini sebenarnya bisa jadi solusi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini