Banjir Rendam Donggala, Angin Kencang Rusak Rumah di Palu

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah

Muhammad Yunus
Kamis, 08 Januari 2026 | 16:03 WIB
Banjir Rendam Donggala, Angin Kencang Rusak Rumah di Palu
Jembatan penghubung di Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat akibat banjir, Kamis (8/1/2026) [Suara.com/ANTARA/HO-BPBD Sulteng]
Baca 10 detik
  • Cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang melanda Sulawesi Tengah pada Kamis (8/1/2026), menyebabkan dampak signifikan.
  • Di Donggala, banjir merendam 15 rumah dan satu Posyandu, serta sebuah jembatan penghubung di Balaesang Tanjung terputus.
  • Angin kencang di Palu mengakibatkan kerusakan serius pada atap enam rumah di Kelurahan Kawatuna, menimbulkan kerusakan fisik.

SuaraSulsel.id - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Kamis (8/1/2026).

Akibatnya, belasan rumah di Kabupaten Donggala terendam banjir, sementara sejumlah bangunan di Kota Palu mengalami kerusakan serius akibat terjangan angin.

Sungai Meluap, Jembatan Putus

Intensitas hujan yang tinggi sejak pagi hari memicu meluapnya air sungai di Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.

Baca Juga:Korban Meninggal Banjir Bandang Pulau Siau jadi 17 Orang, 2 Warga Hilang

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mencatat sedikitnya 15 rumah warga dan satu unit Posyandu di Desa Tanahmpulu terendam air.

Plt. Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, mengonfirmasi bahwa meski banjir sempat merendam jalan desa, kondisi saat ini mulai kondusif.

"Laporan tim di lapangan menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Saat ini air sudah perlahan surut," jelas Asbudianto di Palu, Kamis.

Namun, kendala serius terjadi di Desa Malei, Kecamatan Balaesang Tanjung. Sebuah jembatan penghubung terputus akibat terjangan air, sehingga kendaraan roda empat belum dapat melintas.

Pihak BPBD kini mendesak pengadaan alat berat untuk normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.

Baca Juga:16 Tewas dan Puluhan Warga Hilang, Pulau Siau Tanggap Darurat

Atap Rumah Terbang Diterjang Angin Subuh

Tak hanya banjir, bencana hidrometeorologi juga menghantam Ibu Kota Sulawesi Tengah.

Sekitar pukul 03.30 WITA, angin kencang disertai hujan lebat menyapu wilayah Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irfan Suebo, mengungkapkan sebanyak enam rumah warga rusak parah pada bagian atap.

"Angin kencang bertiup dari utara ke selatan selama beberapa jam. Enam rumah di Kawatuna terdampak langsung pada bagian atapnya," kata Irfan.

Waspada Saluran Air Tersumbat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini