"Siri' na Pacce ini pedoman hidup yang sakral. SYL mengaku siap menghadapi konsekuensi dan yang paling utama adalah melepas jabatannya. Itu bagian dari menjaga Siri' atau harga diri sebagai budaya dari masyarakat Bugis-Makassar," bebernya.
Menurut Tasrifin, konsep Siri' ini bagi masyarakat Bugis-Makassar tidak hanya dipatuhi dan dilaksanakan di kampungnya sendiri, tapi juga dimanapun mereka berada.
Apabila siri’ na Pacce tidak dipunyai seseorang, maka orang itu bisa dikatakan berperilaku seperti binatang. Mereka tidak punya rasa malu dan harga diri.
Siri' dalam bahasa Bugis dan Makassar berarti malu. Maknanya adalah menjunjung tinggi harga diri.
Baca Juga:Kapolri: Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK Harus Ditangani Hati-hati
Sementara Pacce berarti iba, cepat luluh dan belas kasih. Bagi orang Bugis-Makassar, kata ini punya makna kokoh pada pendirian atau konsisten.
Siri’ na Pacce bagi masyarakat Bugis Makassar adalah filosofi hidup paling tinggi. Keduanya saling terjalin dalam hubungan kehidupan dan tidak dapat dipisahkan yang satu dari lainnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing