34 Proyek 'Waste to Energy' Akan Dibangun di Seluruh Indonesia

PSEL merupakan infrastruktur yang diharapkan dapat mengurangi beban timbunan sampah

Muhammad Yunus
Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:01 WIB
34 Proyek 'Waste to Energy' Akan Dibangun di Seluruh Indonesia
Ilustrasi: Foto udara alat berat memindahkan sampah dari truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Griyo Mulyo Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/11/2025). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Wamen PU Diana Kusumastuti menyatakan PSEL dapat mengurangi beban timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.
  • Pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek PSEL di 34 titik mulai Januari hingga Maret mendatang.
  • Proyek PSEL mendesak dilakukan karena volume timbunan sampah harian di lokasi tersebut mencapai lebih dari 1.000 ton.

SuaraSulsel.id - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengatakan pemanfaatan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dapat mengurangi beban timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir/TPA sampah.

"PSEL merupakan infrastruktur yang diharapkan dapat mengurangi beban timbunan sampah di TPA sampah," ujar Diana kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (9/1).

Ia mengatakan sejumlah kondisi TPA sampah yang saat ini kelebihan beban atau overload merupakan bentuk akumulasi.

Dari masih belum optimalnya upaya pengurangan serta pemilahan dan pengolahan sampah di sumber, komunal atau kawasan.

Baca Juga:Seluruh Rumah di Makassar Wajib Punya Tempat Pemilahan Sampah, Ini Alasannya!

Sehingga seluruh sampah saat ini secara dominan masih berakhir ditimbun di TPA sampah.

"TPA sampah tetap diperlukan, sebagai satu bagian rangkaian yang tidak terpisahkan dalam sistem pengelolaan sampah secara utuh, yang harus diawali dengan upaya pencegahan sampah, pengurangan sampah, dan pengolahan sampah, sehingga beban dari TPA sampah akan turun, kebutuhan luas lahan TPA sampah mengecil, dan beban pencemaran dari TPA sampah juga akan berkurang," katanya.

Diana mengatakan Kementerian PU berkoordinasi dengan Danantara, kementerian atau lembaga negara lain, serta pemerintah daerah, dalam dukungan infrastruktur yang mendukung kinerja teknik PSEL.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah segera memulai pembangunan proyek "Waste to Energy" atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan diluncurkan di 34 titik.

Prasetyo menjelaskan proyek PSEL merupakan bagian dari program hilirisasi yang akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada bulan Januari hingga Maret mendatang.

Baca Juga:Makassar Gigit Jari? Dana Triliunan Proyek PSEL Terancam Melayang

"Berkenaan dengan (proyek) Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik, yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah," katanya.

Ia mengatakan proyek PSEL segera diluncurkan karena volume timbunan sampah harian mencapai rata-rata 1.000 ton per hari.

Oleh karenanya, pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini