"Ternyata, si pelaku ini kesehariannya selalu ditekan oleh orang tuanya. Disampaikan bahwa anak yang tidak berguna, tidak bisa membantu orang tua. Dia tertekan jadi muncul dendam," kata Budhi.
"Jadi anak ini pengen membuktikan ke keluarganya bahwa ia bisa mencari uang. Dia bisa kaya, sehingga muncullah ide yang bersangkutan untuk cari uang," lanjutnya.
Masalah diperparah oleh faktor sosial dan dunia maya. Pelaku kemudian mencari tahu cara mendapatkan uang agar bisa cepat kaya di internet.
"Ternyata dia pernah lihat situs perdagangan organ. Satu lagi menarik. Si pelaku ini pernah melihat perdagangan orang di TV nasional. Bagi kita orang dewasa, tampilan di TV itu tidak jelek tapi anak-anak yang mengkonsumsi ini kan berbeda," jelas Budhi.
Baca Juga:Sudah Culik dan Bunuh Korban, Ini Alasan Pelaku Batal Jual Organ Tubuh Anak di Makassar
Faktor kedua dari aspek psikologis. Kata Budhi, karena adanya tekanan aspek sosiologis tadi, maka sifat pelaku cenderung berubah.
"Dia bisa untuk tidak mengenal rasa perikemanusiaan dan melakukan hal diluar nalar untuk mewujudkan keinginannya," ungkap Budhi.
Faktor ke tiga dari aspek yuridis. Kedua pelaku tidak mengetahui bahwa hukuman membunuh orang sangat tinggi. Apalagi jika direncanakan.
Budhi menambahkan Bareskrim Polri sudah memblokir situs-situs perdagangan organ tubuh. Salah satunya Yandex yang diakses oleh pelaku.
Segera Disidang, Siapkan Empat JPU
Baca Juga:Penculik dan Pembunuh Anak di Makassar Pelajari Penjualan Organ Tubuh Manusia Sejak Kelas 3 SMP
Empat orang jaksa ditunjuk untuk menuntut dua pelaku pembunuhan Muhammad Fadli Sadewa, bocah yang diculik dan dibunuh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.