Satgas Covid-19: 66,34 Juta Penduduk Indonesia Telah Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau dosis penguat

Muhammad Yunus
Kamis, 24 November 2022 | 06:00 WIB
Satgas Covid-19: 66,34 Juta Penduduk Indonesia Telah Disuntik Vaksin Booster
Seorang lansia sedang melakukan vaksinasi Covid-19. [KanalKalimantan.com]

SuaraSulsel.id - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang sudah mendapat vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau dosis penguat total mencapai 66,34 juta orang hingga 23 November 2022.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Rabu, jumlah warga yang mendapat vaksinasi dosis penguat bertambah 96.805 orang pada Selasa (23/11) 2022 ini.

Dengan tambahan itu, total penerima dosis penguat mencapai 66.345.257 orang atau setara 28,27 persen dari target vaksinasi COVID-19 yang seluruhnya 234.666.020 orang.

Sedangkan warga yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 68.384 orang, menjadi total 172.345.307 orang atau setara 73,4 persen dari target.

Baca Juga:Ini Jenis dan Syarat Vaksin Booster Kedua, Patuhi Agar Aman!

Vaksinasi dosis pertama sudah diberikan kepada 205.390.544 orang, setelah mengalami penambahan pada hari ini 59.693 orang atau setara 87,5 persen dari sasaran.

Pemerintah juga melaksanakan vaksinasi COVID-19 dosis keempat atau dosis penguat kedua pada 2.945 tenaga kesehatan, sehingga total mencapai 734.781 orang atau setara 50,02 persen dari target sasaran 1,46 juta nakes.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Mohammad Syahril mengatakan pemerintah telah menerbitkan izin pemberian vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua, atau suntikan keempat, kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun.

"Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat COVID-19," katanya.

Kebijakan itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia. Berlaku efektif sejak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 22 November 2022. (Antara)

Baca Juga:Aturan Penggunaan Vaksin Indovac Buatan Dalam Negeri, Bisa Dosis Primer hingga Booster

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak