Satu Warga Asal Bulukumba Jadi Korban Kapal Shinsung 01 yang Karam di Taiwan

Korban yang hilang ini adalah warga asal Bulukumba bernama Andi Agung Mattola.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 05 November 2022 | 13:38 WIB
Satu Warga Asal Bulukumba Jadi Korban Kapal Shinsung 01 yang Karam di Taiwan
Lima awak kapal Shinsu 01 saat berada di dek kapal pengangkut kontainer Ever Green usai dievakuasi dalam kondisi selamat dari sekoci setelah kapalnya karam di Perairan Pantai Khohsiung sebelah barat Taiwan pada 31 Oktober 2022. [ANTARADarwin Fatir]

SuaraSulsel.id - Satu dari 12 orang kru kapal Shinsun 01 yang dinyatakan hilang usai kapal kargo berbendera Panama yang mengangkut 10 ribu ton semen itu tenggelam dihantam badai di perairan Pantai Khohsiung adalah warga Sulawesi Selatan.

Korban yang hilang ini adalah warga asal Bulukumba bernama Andi Agung Mattola.

"Salah satu korban hilang ini satu angkatan kita dari PIP (Poltek Ilmu Pelayaran) Makassar, angkatan 30. Dan rekan kita ini asalnya dari Kabupaten Bulukumba, Sulsel, namanya Andi Agung Mattola," ujar rekan seangkatan korban, Ikonium di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/11/2022).

Menurutnya sampai saat ini belum ada informasi terkini tentang situasi di sana. Menurut pihak Pelabuhan Laut di Jakarta, kata dia, 12 orang asal Indonesia tersebut sejauh ini belum ditemukan.

Baca Juga:Target 600 Desa Wisata di Sulsel Diharapkan Dapat Mengembangkan Industri Pariwisata

Sebelum kapal Shingsun 01 itu karam tercatat di manifest ada 20 awak kapal, namun tiga orang ABK sempat di turunkan dari kapal lalu diangkut menggunakan helikopter karena mengalami kecelakaan saat cuaca buruk pada Minggu, 30 Oktober 2022.

Sisanya, 17 orang bertahan di kapal tersebut karena mesin kapal mengalami gangguan.

Sedangkan Senin, 31 Oktober 2022, kapal kargo ini dihantam badai hebat dan akhirnya tenggelam di Perairan pantai setempat.

Para awak kapal ini berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki sekoci di atas kapal untuk mencari pesisir pantai terdekat.

Nahas hanya 5 orang yang berhasil diselamatkan kapal kontainer yang saat itu melintas, 12 orang lainnya belum diketahui keberadaannya.

"Selang satu hari baru kita dapat informasinya. Yang tenggelam ini kapal membawa semen, kebetulan lagi pelayaran menuju Kasuin, Taiwan. Tapi terjadi problem mesin, dan juga cuaca buruk, istilah kita terombang-ambing (di tengah laut)," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini