Aipda Haerul Coret Dinding Polres Luwu Sarang Korupsi Kesal Disuruh Bayar Rp200 Ribu Untuk Buat SIM

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana bertemu langsung Aipda Haerul

Muhammad Yunus
Selasa, 18 Oktober 2022 | 08:38 WIB
Aipda Haerul Coret Dinding Polres Luwu Sarang Korupsi Kesal Disuruh Bayar Rp200 Ribu Untuk Buat SIM
Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana bertemu langsung Aipda Haerul. Anggota polisi yang mencoret Polres Luwu dengan tulisan "sarang korupsi dan sarang pungli" Senin (17/10/2022) [Telisik.id]

SuaraSulsel.id - Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana bertemu langsung Aipda Haerul. Anggota polisi yang mencoret Polres Luwu dengan tulisan "sarang korupsi dan sarang pungli".

Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, pertemuan Kapolda dan Haerul berlangsung di ruang perawatan Palm, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, Senin (17/10/2022) malam.

Kepada Kapolda Nana, Haerul blak-blakan. Dia mengaku disuruh membayar uang Rp200 ribu saat mengurus pembuatan SIM.

“Kenapa dua hari setelah itu, saya mengurus SIM, tetap disuruh bayar Rp200 ribu. Lalu terakhir saya mencoret-coret,” kata Haerul sambil menggerakkan tangan dan memejamkan matanya.

Baca Juga:Polisi Sebut Polres Luwu Sarang Pungli Ungkap Ada Kasus Korupsi Besar Oleh Pemuka Agama

Sebelumnya, Nana Sudjana datang menjenguk Aipda Haerul, oknum polisi yang mencoret gedung Polres Luwu. Kini tengah dirawat di RSKD Dadi, Makassar.

Nana melihat kondisi fisik Aipda Haerul yang sehat. Hanya saja tim medis perlu melakukan observasi. Terkait dugaan gangguan kejiwaan yang dialaminya.

“Tadi kami sama-sama menengok. Secara fisik, sehat. Tapi nanti akan dilakukan observasi secara medis di rumah sakit ini,” katanya.

Masih di tempat yang sama, spesialis kedokteran Jiwa, dr Erwiyani Sutono, mengatakan, pihaknya belum bisa mendiagnosa kondisi Haerul.

Pihaknya butuh waktu sekitar 14 hari untuk menentukan diagnosa seorang pasien. Serta butuh campur tangan dari ahli lainnya.

Baca Juga:Aksi Coret-coret 'Sarang Pungli' di Mapolres Luwu, ISESS: Yang 'Gila' Menulis Atau Yang Lakukan Pungli?

“Observasi biasanya memerlukan waktu 14 hari. Karena memerlukan jangka waktu tertentu dengan melibatkan teman sejawat seperti psikiater, psikolog, dan beberapa ilmu lain dan bagaimana kondisi medis yang terperiksa,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini