Sementara, sebagian gas 3 Kg yang dirampas langsung dibagikan kepada masyarakat.
Di Kampus UNM, saat itu, pasukan Brimob dilempari bom molotov oleh demonstran. Meski kendaraan lapis baja dan water cannon disiagakan di depan kampus, mahasiswa tidak mau membubarkan diri.
Tembakan gas air mata menambah semangat perlawanan mahasiswa. Bahkan sejumlah demonstran mengambil kembali peluru gas air mata yang ditembakkan. Kemudian dilemparkan kembali ke barisan pasukan Brimob.
Di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dan UIN Alauddin, puluhan mahasiswa memblokade jalan. Menggunakan ban bekas yang dibakar dan menyandera mobil truk Pertamina. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Baca Juga:Tarif Pete-pete di Makassar Naik 10 Persen, Penumpang Pasar Sentral - Sudiang Bayar Rp9.000
Ada sekitar 27 orang mahasiswa yang diamankan oleh polisi karena aksi tersebut. Termasuk diantaranya pembakar mobil Coca Cola.
Polisi Cegah Peristiwa 2012 Terjadi Kembali
Peristiwa yang sama dikhawatirkan kembali terjadi. Karena ribuan mahasiswa disebut akan turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando mengatakan pihaknya telah menyiagakan sekitar 1.955 personil gabungan. Untuk melaksanakan pengamanan giat di beberapa lokasi. Salah satunya yang akan diawasi adalah SPBU.
"Ada sekitar sembilan kampus yang akan menggelar unjuk rasa, hari ini. Kami mengawasi sejumlah objek vital seperti SPBU, Kantor DPRD, Kantor Gubernur, Kejati dan Mapolda," kata Lando.
Baca Juga:Arthur Irawan: Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali
Ia berarap agar setiap elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasinya selalu mentaati segala ketentuan yang berlaku. Tidak merugikan kepentingan umum. Sehingga penyampaian aspirasi dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.