Rurung mengaku belum mendapat konfirmasi soal ganti rugi kecelakaan laut itu. Ia berharap perusahaan kargo bisa bertanggung jawab.
"Belum ada konfirmasi soal ganti rugi, tapi kita tentu minta perusahaan kargo bertanggungjawab," ungkapnya.
Hingga kini, ia mengaku masih menunggu 15 anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapalnya. Mereka saat ini masih berada di kapal kargo Lintas Damai.
Seperti diketahui, tragedi tabrakan kapal tersebut terjadi di perairan Kepulauan Tanahkeke, Takalar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga:TNI AL Tangkap Kapal Nelayan Asal Taiwan di Perairan Lhokseumawe
Kecelakaan terjadi pada Selasa, 5 Juli 2022 sekitar pukul 14.30 wita.
Dalam video yang dilihat SuaraSulsel.id, kapal motor nelayan Harapan Baru itu sedang ditarik oleh kapal nelayan karena mengalami mati mesin saat menuju Takalar.
Namun karena mesin mati, kapal tak bisa menghindar saat ada kapal kargo yang sedang melintas. Kapal Nelayan itu ditabrak pada bagian tengah sebelah kanan sehingga badan kapal langsung patah dan tenggelam.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Sumut, 2 ABK Tewas