Ibu dari tiga anak ini mengaku dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga setelah memanfaatkan sumber energi biogas.
Selain itu, juga mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan pupuk kompos dari limbah hasil pengelolaan biogas kotoran sapi.
Harga pupuk kompos yang dihasilkan itu rata-rata dijual Rp40 ribu per karung dengan berat 40 kilogram. Untuk sekali produksi pupuk kompos itu dapat menghasilkan 20-40 karung pada saat musim kemarau.
Tak heran jika selain Dinas ESDM dan instansi terkait di lapangan, terus mendorong pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas, seperti yang dilakukan Tim Penggerak PKK dari Provinsi Sulsel maupun pemerintah daerah setempat.
Kini, kotoran sapi yang biasanya hanya memunculkan bau dan cenderung dihindari, setelah melalui proses pengolahan, menjadi sesuatu yang berguna, sekaligus berjasa untuk membantu pemerintah dalam mencapai target bauran EBT 23 persen pada 2025.
Tentu untuk mencapai hal itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan perjuangan, dukungan dan keseriusan semua pihak. (Antara)