facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tangis Pedagang Pasar Girian Bitung di Hari Raya Idul Fitri, 350 Kios Hangus Terbakar

Muhammad Yunus Senin, 02 Mei 2022 | 10:37 WIB

Tangis Pedagang Pasar Girian Bitung di Hari Raya Idul Fitri, 350 Kios Hangus Terbakar
Ratusan kios di Pasar Girian Bitung hangus terbakar, Senin 2 Mei 2022 [BeritaManado.com]

Ratusan kios di Pasar Girinan Bitung hangus terbakar

SuaraSulsel.id - Ratusan kios di Pasar Girinan Bitung hangus terbakar, Senin 2 Mei 2022. Saat sejumlah warga sedang siap-siap menuju lokasi salat Idul Fitri.

Mengutip BeritaManado.com -- Jaringan Suara.com, Ariati Datauw hanya bisa menangis menyaksikan kiosnya di Pasar Girian dilalap api.

Ariati adalah salah satu dari ratusan pedagang yang kios dan lapaknya hangus terbakar saat api menjalar menghanguskan sekitar 350 kios dan lapak sekitar pukul 5.15 Wita.

Perempuan yang sehari-hari berjualan pakaian bekas layak pakai ini mengaku tidak ada bahan dagangan yang diselamatkan karena saat kejadian, ia sementara mempersiapkan diri untuk ikut Sholat Id bersama keluarga.

Baca Juga: 3 Momen Lebaran di Korea Selatan yang Harus Kamu Tahu

“Tidak ada yang saya selamatkan. Semua habis terbakar,” kata Ariati sambil menyeka air mata.

Ia mengaku, dua tahun sebelumnya, yakni tahun 2019, kios miliknya juga menjadi korban kebakaran bersama 200an kios dan lapak lainnya.

“Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. 2019 juga bahan dagangan habis terbakar sama seperti saat ini. Entah harus mencari modal darimana agar bisa kembali berjualan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pasar Girian, Neldy Kalangie mengatakan, sumber api pertama kali terlihat di area tengah pasar kemudian dengan cepat merambat ke kios dan lapak lainnya.

“Dugaan sementara karena arus listrik dan hanya dalam hitungan menit, api begitu cepat merambat membakar ratusan kios dan lapak,” kata Neldy.

Baca Juga: Dapat Kabar 80 Juta Orang Mudik Lebaran, Luhut: Semoga Bisa Terus Kita Syukuri

Proses pendinginan oleh Damkar serta pendataan pedagang yang menjadi korban bencana, kata Neldy, masih sementara dilakukan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait