Dua Hari di Toraja, Pandji Pragiwaksono Hadapi 32 Perwakilan Adat

Prosesi pemberian sanksi adat kepada komika Pandji Pragiwaksono berlangsung selama dua hari

Muhammad Yunus
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:19 WIB
Dua Hari di Toraja, Pandji Pragiwaksono Hadapi 32 Perwakilan Adat
Pandji Pragiwaksono (kiri) mendengarkan Ketua Tongkonan Kada Sam Barumbun (kanan) saat prosesi sanksi adat atas kesalahan dan pelanggarannya tidak sengaja menyinggung acara adat dengan komikanya, di Tongkonan Layuk Kaero, Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sanksi adat Ma'Buak Burun Mangkali Oto' terhadap Pandji Pragiwaksono dilaksanakan dua hari di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
  • Prosesi adat tersebut bertujuan pemulihan atas candaan mengenai upacara Rambu Solo yang dianggap menyinggung nilai sakral adat Toraja.
  • Hukum adat Toraja fokus pada pemulihan melalui mekanisme dialog yang melibatkan 32 perwakilan masyarakat adat setempat.

SuaraSulsel.id - Prosesi pemberian sanksi adat kepada komika Pandji Pragiwaksono berlangsung selama dua hari 10-11 Februari 2026 melalui ritual adat Toraja difasilitasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) telah dituntaskan di Tongkonan Layuk Kaero, Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Prosesi adat tersebut yakni Ma’Buak Burun Mangkali Oto’ atau diberikan ruang pemulihan atas perbuatan yang dianggap menyinggung acara adat melalui canda komedinya tentang Rambu Solo (upacara proses pemakaman) pada 2013 namun viral pada 2025 itu turut dihadiri 32 perwakilan masyarakat adat setempat.

"Apresiasi terhadap panji datang di Toraja ini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama dua hari bersama 32 perwakilan adat. Penyelesaian masalah ini namanya Ma'sosorang Rengnge'. Dan atas ketidaktahuaanya memberikan statement dan itu dikonsumsi oleh orang banyak." kata Sekretaris Tongkonan Kada Daud Pangurangan, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, pemulihan hari ini disaksikan dan diterima masyarakat adat. Selain itu, kata Daud, proses hukum ada di Toraja berbeda dengan hukum positif biasanya. Hukum di Toraja berbicara tentang pemulihan.

Baca Juga:Pandji Pragiwaksono Dihukum Bayar Denda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam

"Kalau pun ada yang dilakukan untuk Pandji, misalnya ada alat yang dipakai seperti ayam lima ekor dan satu babi, itu adalah cara untuk pemulihan, bukan dipandang sebagai denda, bukan. Tetapi, dipulihkan dan itu berlaku untuk seluruh masyarakat Toraja," paparnya menekankan.

Secara khusus untuk Panji, kejadian ini agar menjadi pelajaran bersama, serta diluruskan presepsi-presepsi liar sehingga apa yang dipijak di bumi ini menghasilkan berkat dari Ilahi dan semua menjadi selamat di bumi ini.

Ketua PHD AMAN Toraya Romba Marannu Sambolinggi menyampaikan, Pandji telah menjalani sidang adat namun tidak semata-mata diarahkan kepadanya. Sebab, bila melihat video viral tersebut hanya potongan-potongan dan tidak seluruhnya, lalu memunculkan polemik.

"Dalam stand up comedy, kita (masyarakat Toraya) di up lagi di media. Maka kemudian terlalu banyak hal yang tidak semestinya. Dan dari kita juga turut melakukan kesalahan (terprovokasi) karena itu. Proses ini buka hanya Pandji melakukan permohonan maaf, tapi kita masyarakat Toraya turut menyampaikan maaf, karena kasus-kasus kemarin (sikap menyinggung pribadi)," tuturnya.

Sidang adat tersebut, lanjut Romba, bertujuan membuka ruang komunikasi yang setara agar semua pihak bisa saling memahami.

Baca Juga:Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat

Komunitas Toraya ingin memastikan suara kolektif dalam proses pemulihan, dan itu bukan sekedar keputusan sepihak yang dapat memperpanjang permasalahan.

Sebagai hakim adat yang memimpin persidangan, ia menilai persoalan ini berakar pada ketidaktahuan Pandji terhadap makna mendalam Rambu Solo.

Selain dirinya, para hakim adat lainnya hadir yaitu Saba’ Sombolinggi, Eric Crystal Ranteallo, Yusuf Sura’ Tandirerung, Maksi Balalembang, Lewaran Rantela’bi, dan Nura Massora Salusu.

Ketua Tongkonan Kada Sam Barumbun mengapresiasi Lembaga AMAN memfasilitasi kehadiran Panji yang rela datang jauh dari Amerika, Jakarta sampai ke Toraja untuk menyampaikan maaf atas ketidaktahuannya tentang adat.

Sebab, menurut dia, prosesi adat kematian di Toraja adalah mahal, karena di situlah mengembalikan yang diberikan Tuhan sampai diciptakannya.

"Ini sebuah penghormatan luar biasa. Ini gambaran seorang satria. Jadi banyak yang meragukan ini, tetapi hari ini leluhur kami menuntun Mas Pandji boleh ada di sini. Terima kasih. Dan mudah- mudahan semuanya menjadi baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini